POJOKSATU.id, UNTUK pertama kalinya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar lomba 17 Agustus dalam rangka merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tak hanya mahasiswa, dosen, dan staf, para tenaga kependidikan pun ikut larut dalam suasana meriah. Bahkan, beberapa mahasiswa asing juga turut ambil bagian, menambah warna kebhinekaan di tengah keceriaan acara.
Gelak tawa, sorak dukungan, hingga canda riang menyelimuti halaman kampus UMY pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Perayaan perdana ini bukan sekadar lomba, melainkan ajang kebersamaan yang menyatukan keluarga besar kampus dalam semangat kekeluargaan dan persatuan.
Perkuat Kohesi Sosial Warga Kampus
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof Dyah Mutiarin yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar perayaan simbolis. Menurutnya, kegiatan ini mampu mempererat ikatan sosial di lingkungan kampus.
“Supaya partisipasi ini bisa meningkatkan kohesi sosial. Semakin banyak wahana untuk bertemu antara pegawai dan mahasiswa UMY, kohesi sosial akan semakin kuat, dan biasanya loyalitas terhadap universitas pun meningkat,” jelasnya.
Ketua Panitia, Muhammad Muttaqien menambahkan bahwa lomba 17-an perdana ini diinisiasi untuk menciptakan ruang kebersamaan di luar rutinitas akademik.
“Kami ingin seluruh civitas academica UMY, mulai dari mahasiswa, staf, dosen, hingga tenaga kependidikan, bisa bergembira bersama sekaligus menambah rasa kekeluargaan di kampus,” ujarnya.
Ragam Lomba dan Antusias Peserta
Terdapat 10 jenis lomba yang digelar, mulai dari kategori kelompok hingga individu. Lomba kelompok seperti balap bakiak dan tarik tambang menguji kekompakan tim, sementara lomba individu mencakup caping wuto, balap karung F1, menggulung stagen, memindahkan kelereng, makan kerupuk, hingga lomba unik seperti memakai lipstik dan mengeluarkan bola.
Selain itu, terdapat juga lomba menghias ruang khusus antarunit kerja, yang bertujuan memperindah lingkungan sekaligus memacu kreativitas.
“Lomba ini dipilih karena sifatnya menyenangkan dan familiar, sehingga semua peserta dapat menikmati tanpa merasa canggung,” tutur Muttaqien.
Antusiasme perlombaan kian terasa dengan hadirnya 120 peserta, termasuk tujuh mahasiswa asing yang turut meramaikan.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menambah nuansa kebhinekaan sekaligus memperlihatkan bahwa UMY bukan hanya pusat pendidikan, melainkan juga ruang interaksi budaya yang inklusif.
“Bagi mereka, undangan untuk ikut merayakan kemerdekaan Indonesia akan menjadi pengalaman yang sangat spesial,” tambah Muttaqien.
Baca Juga: Ziarah Nasional dan Renungan Suci Peringati HUT RI ke-80 di TMP Kalibata Dipimpin Presiden Prabowo
Tradisi Baru yang Akan Berlanjut
Muttaqien mengakui, tantangan terbesar panitia adalah menginformasikan dan menarik minat peserta.
Namun, kerja keras itu terbayar dengan respons positif dan jumlah peserta yang besar.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Melihat kesuksesan penyelenggaraan, ia berharap lomba 17-an seperti ini dapat menjadi agenda tahunan UMY. ***
“InsyaAllah, acara ini akan terus diselenggarakan agar tradisi baik ini bisa berlanjut dan semakin memperkuat kekeluargaan di kampus kita,” pungkasnya. ***



