POJOKSATU.id - Buat kamu yang tertarik memahami mengapa kejahatan terjadi dan bagaimana masyarakat dapat menghadapinya, ada pilihan program studi baru di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
UMY membuka Program Studi S1 Kriminologi di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Program studi ini hadir dengan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan hukum pidana, sosiologi, teknologi digital, serta nilai-nilai Islam.
Pembukaan program studi tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1045/B/O/2026.
Baca Juga: UI Borong Dua Penghargaan PKM Award 2026, 21 Proposal Raih Pendanaan
Menariknya, kajian yang ditawarkan tidak hanya berkutat pada kriminalitas konvensional.
UMY juga menempatkan persoalan kejahatan di dunia siber sebagai salah satu fokus pengembangan keilmuan.
Belajar Kriminologi dari Berbagai Perspektif
Dalam rancangan keilmuannya, S1 Kriminologi UMY menggabungkan sejumlah bidang kajian.
Mahasiswa akan bersentuhan dengan teori governance dan kebijakan publik, teori kriminologi modern dan postmodern, metode penelitian kriminologi, etiologi kriminal, viktimologi, hingga kriminologi forensik.
Ada pula kajian mengenai kriminologi dan cyber security yang menjadi bagian penting untuk memahami perkembangan kejahatan di era digital.
Baca Juga: Kebatinan Joao
Pendekatan tersebut sejalan dengan visi program studi yang diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan kriminalitas di dunia siber dari berbagai disiplin ilmu dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya diajak memahami kejahatan dari sisi pelaku dan peristiwa kriminal, tetapi juga melihat faktor sosial, kebijakan, korban, teknologi, hingga kondisi masyarakat.
Tak Hanya Belajar, Tapi Disiapkan untuk Dunia Profesional
S1 Kriminologi UMY juga merancang sejumlah profil lulusan yang dapat menjadi gambaran pilihan karier mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Salah satunya adalah Policy & Governance Specialist in Criminology.
Baca Juga: Tekanan Darah Ferdy Sambo 180, Tapi Kondisi Tubuhnya Bugar, Semua Normal
Lulusan pada bidang ini diarahkan untuk memiliki kompetensi yang dapat digunakan sebagai aparatur pemerintah, staf ahli, analis kebijakan, maupun profesional pada lembaga yang bergerak di bidang keamanan, hukum, dan tata kelola sosial.
Ada pula profil Digital Criminology Analyst.
Bidang ini berkaitan dengan perkembangan kejahatan siber, pengolahan data digital, analitik forensik, serta pemetaan pola kriminalitas menggunakan sistem informasi.
Nah, bagi yang tertarik dengan kerja berbasis komunitas, UMY juga menyiapkan profil Community-based Justice Sociopreneur.
Lulusan dengan jalur ini diarahkan untuk berperan dalam mendorong partisipasi publik, memperkuat solidaritas sosial, membangun jejaring komunitas, serta terlibat dalam pencegahan kejahatan, mediasi konflik, dan pemulihan korban.
Baca Juga: KBRI Singapura Tak Miliki Dokumen Terkait Riwayat Pendidikan Wakil Presiden Gibran
Pendaftaran Dibuka melalui Dua Jalur
Program studi baru ini terbuka bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami kriminologi dengan pendekatan sosial dan teknologi.
UMY menyediakan jalur Nilai Rapor dan CBT atau Computer Based Test untuk proses penerimaan mahasiswa.
Informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman admisi UMY.
Kehadiran S1 Kriminologi ini sekaligus menjadi pilihan baru bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari persoalan kriminalitas secara lebih luas, terutama ketika perkembangan teknologi turut melahirkan bentuk-bentuk kejahatan baru.***




