POJOKSATU.id - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terus mendorong penguatan inovasi di lingkungan akademik.

Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui program HKI Awards 2026 yang memberikan fasilitasi pendaftaran hak cipta secara gratis bagi 77 dosen.

Program ini dijalankan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMJ dengan pendampingan langsung kepada para dosen dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Baca Juga: Dosen dan Tendik Diusulkan WFH Sehari dalam Sepekan, Ini Skema dari Mendiktisaintek

Dalam pelaksanaannya, pengajuan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehingga seluruh proses tetap sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku secara nasional.

HKI Awards 2026 menjadi bagian penting dari strategi UMJ dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dosen.

Program ini juga bertujuan meningkatkan jumlah karya dosen yang terdaftar secara resmi sebagai kekayaan intelektual, sekaligus memperkuat rekognisi akademik di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga: Campuspreneur Diluncurkan, Mahasiswa Didorong Jadi Pengusaha Sejak Kuliah

Program Apresiasi Sekaligus Pendampingan Intensif
Lebih dari sekadar fasilitasi administrasi, HKI Awards 2026 juga dirancang sebagai bentuk apresiasi bagi dosen yang aktif menghasilkan karya inovatif.

Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembiayaan pendaftaran hak cipta secara gratis, tetapi juga pendampingan teknis mulai dari penyusunan dokumen, pengecekan kelayakan karya, hingga proses submit ke sistem DJKI.

Pendampingan ini penting agar karya yang diajukan memenuhi standar perlindungan kekayaan intelektual dan memiliki peluang lebih besar untuk lolos pencatatan resmi.

Baca Juga: Dengan Tertatih-tatih Akibat Di Dor Aparat, Pelaku Utama Preman Yang Aniaya Tuan Rumah Pernikahan Akhirnya Tertangkap

Target Tingkatkan Luaran Riset dan Daya Saing
Program HKI Awards 2026 juga diarahkan untuk mendorong peningkatan luaran riset dosen, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

Dengan semakin banyak karya yang memiliki legalitas HKI, posisi kampus dalam pemeringkatan dan daya saing akademik ikut terdongkrak.

Selain itu, karya yang telah terdaftar HKI memiliki potensi lebih besar untuk dikembangkan ke tahap hilirisasi, termasuk kerja sama industri maupun komersialisasi produk berbasis riset.

Baca Juga: Beasiswa LPDP–Australia Awards 2026 Dibuka, Bisa Pilih 3 Kampus Sekaligus dan Tanpa LoA

Secara nasional, peningkatan jumlah pendaftaran HKI memang menjadi indikator penting dalam membangun ekosistem riset yang kuat dan berkelanjutan di perguruan tinggi.

Sejalan dengan Kebijakan Nasional
Langkah UMJ ini dinilai relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi riset dan perlindungan karya intelektual di lingkungan akademik.

Melalui HKI Awards 2026, UMJ ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki perlindungan hukum dan nilai tambah yang lebih luas.

Baca Juga: Sejarah Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya dan Olahraga Yogyakarta Dibangun Atas Usulan Gubernur DIY

Program ini sekaligus mempertegas komitmen UMJ dalam membangun ekosistem riset berbasis inovasi di mana setiap karya dosen tidak hanya dihasilkan, tetapi juga dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kemajuan bersama. ***