POJOKSATU.ID - Tahapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 memasuki fase penting.

Berdasarkan informasi yang dirilis salah satu media, pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) PPPK BGN 2025 dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 29 Desember 2025.

Ujian CAT ini menjadi penentu utama dalam seleksi kompetensi peserta yang telah dinyatakan lolos administrasi.

Baca Juga: Kabar Terbaru Seleksi PPPK BGN 2025, Tak Ada Lagi Passing Grade, Peserta Wajib Kejar Peringkat Atas

Oleh karena itu, peserta diimbau mempersiapkan diri secara optimal sekaligus memahami seluruh aturan yang berlaku selama ujian.

 

Jadwal Resmi Ujian CAT PPPK BGN 2025

Seleksi CAT PPPK BGN 2025 dilaksanakan selama hampir dua pekan, yakni pada rentang 18–29 Desember 2025.

Dalam periode tersebut, peserta akan mengikuti ujian berbasis komputer yang diselenggarakan secara terpusat sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan panitia.

Baca Juga: Kabar Gembira ASN Boleh WFA Akhir Tahun! Pemerintah Pastikan Pelayanan Publik Tetap Aman dan Lancar

Pelaksanaan CAT bertujuan mengukur kompetensi peserta secara objektif, transparan, dan akuntabel dengan memanfaatkan sistem komputerisasi.

 

Tahapan Penting dalam Seleksi PPPK BGN

Ujian CAT merupakan bagian dari tahapan seleksi kompetensi PPPK BGN 2025.

Hasil dari ujian ini akan menjadi dasar penentuan peringkat peserta sesuai kebijakan seleksi PPPK yang berlaku saat ini.

Berbeda dengan seleksi ASN pada tahun-tahun sebelumnya, sistem seleksi PPPK kini tidak lagi menggunakan nilai ambang batas.

Melainkan berdasarkan peringkat nilai tertinggi sesuai jumlah formasi yang tersedia

 

Aturan Ketat Selama Ujian CAT

Panitia menegaskan bahwa peserta wajib mematuhi aturan selama ujian CAT berlangsung.

Aturan ini diterapkan untuk menjaga integritas dan kelancaran pelaksanaan seleksi.

Baca Juga: WFA Nataru 2025 Diberlakukan 29–31 Desember, Pemerintah Tegaskan Tak Potong Cuti dan Upah

Peserta yang melanggar ketentuan berpotensi dikenakan sanksi hingga didiskualifikasi dari proses seleksi.

 

Larangan yang Harus Diperhatikan Peserta

Berikut sejumlah larangan yang wajib diperhatikan peserta saat mengikuti ujian CAT PPPK BGN 2025:

1. Peserta tidak diperbolehkan membawa makanan ke dalam ruang ujian.

Baca Juga: Viral! Diduga Penarik Becak di Brebes Mengaku Becak Listrik Bantuan Presiden Diangkut Paksa, Hanya Dapat Rp50 Ribu

2. Peserta dilarang berbicara atau berkomunikasi dengan peserta lain selama ujian berlangsung.

3. Peserta dilarang menyebarluaskan soal ujian dalam bentuk apa pun kepada pihak lain.

4. Peserta hanya diperkenankan menggunakan komputer untuk menjalankan aplikasi CAT, bukan untuk keperluan lain di luar sistem ujian.

Baca Juga: Izin Pemanfaatan Kayu Pascabanjir Dikeluarkan, Polisi Masih Selidiki Dugaan Illegal Logging

Larangan tersebut diterapkan agar ujian berjalan tertib, adil, dan bebas dari kecurangan.

Tujuan Penerapan Aturan Ketat

Penerapan aturan ketat selama ujian CAT bertujuan memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama.

Dengan sistem CAT, hasil ujian dapat dipantau secara real time dan meminimalkan potensi manipulasi.

Selain itu, kepatuhan peserta terhadap aturan mencerminkan sikap profesional yang diharapkan dari calon aparatur negara.

 

Imbauan bagi Peserta

Panitia mengimbau peserta untuk datang tepat waktu, membawa perlengkapan yang diperbolehkan, serta menjaga fokus selama ujian berlangsung.

Baca Juga: Bantuan 30 Ton Beras UEA Dikembalikan, Bobby Nasution Akhirnya Angkat Bicara

Peserta juga diharapkan membaca seluruh petunjuk teknis sebelum ujian dimulai agar tidak terjadi kesalahan teknis.

Kesiapan mental dan pemahaman aturan menjadi faktor penting selain penguasaan materi ujian.

Ujian CAT PPPK BGN 2025 dijadwalkan berlangsung pada 18–29 Desember 2025 dan menjadi tahap krusial dalam proses seleksi.

Peserta tidak hanya dituntut meraih nilai terbaik, tetapi juga wajib mematuhi seluruh aturan dan larangan selama ujian.

Baca Juga: Geger Dugaan Bom di Depan Gereja GKPS Bandung, Polisi Sterilkan Lokasi

Dengan disiplin dan persiapan matang, proses seleksi diharapkan berjalan objektif dan menghasilkan aparatur yang berkualitas.***