POJOKSATU.id – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan mencatatkan capaian strategis di awal 2026 dengan menembus peringkat ke-5 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik versi UniRanks 2026.

Namun, capaian ini bukan sekadar angka. Lebih dari itu, posisi ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital di kampus Islam mulai menunjukkan hasil nyata.

Secara nasional, UINSU berada di peringkat ke-159 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan skor 39,08.

Baca Juga: Surat Edaran Menpan RB Terbit, Ini Perbedaan Syarat Lulusan SMA dan S1

Posisi ini menempatkan UINSU sejajar dengan kampus-kampus besar seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Transformasi yang Mulai Terasa Dampaknya
Menariknya, lonjakan ini tidak terjadi secara instan. Dalam beberapa tahun terakhir, UINSU secara konsisten mendorong digitalisasi di berbagai lini.

Mulai dari sistem akademik, layanan administrasi, hingga publikasi informasi kini terintegrasi dalam ekosistem digital kampus.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Terbitkan SE, Izin Hajatan Kini Diperketat

Perubahan ini membuat akses mahasiswa dan masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Tidak hanya itu, strategi komunikasi publik juga ikut berperan. Peningkatan aktivitas publikasi yang edukatif dan informatif membuat visibilitas UINSU meningkat signifikan di ranah digital.

Jika ditarik lebih luas, langkah ini mencerminkan perubahan pola kampus Islam yang kini tidak lagi hanya berfokus pada pendidikan konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: SKTP Belum Terbit Hingga Bulan April, Apakah Tunjangan Hangus? Ini Penjelasan Resmi dan Hal yang Harus Segera Dicek Guru

Kualitas Akademik Jadi Fondasi Utama
Di sisi lain, capaian ini juga diperkuat oleh kualitas akademik yang terus meningkat.

Saat ini, UINSU telah meraih akreditasi Unggul untuk institusi. Lebih dari setengah program studi juga telah mengantongi akreditasi serupa, sementara sisanya didominasi predikat Baik Sekali.

Fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan layanan kesehatan kampus juga ikut berkontribusi melalui capaian akreditasi unggul.

Fakta ini menunjukkan bahwa transformasi digital yang dilakukan tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Baca Juga: Tak Jadi Dirumahkan! PPPK Lumjang Dipastikan Aman, Pemerintah Tegaskan Tak Ada PHK Meski Anggaran Dipangkas 30 Persen

Bagi mahasiswa, perubahan ini berarti pengalaman belajar yang lebih modern dan terintegrasi dengan teknologi.

Sementara bagi masyarakat, UINSU semakin terbuka sebagai pusat edukasi yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan kata lain, capaian ini bukan hanya tentang reputasi kampus, tetapi juga tentang bagaimana pendidikan Islam beradaptasi di era global.

Menuju Kampus Islam Masa Depan
Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika.

Baca Juga: Diduga Punya Tetangga Sirik, Rumah Pasangan Lansia Disirim Limbah Kotoran Manusia Hingga Celah Pintu, Korban Akui Tak Pernah Musuh

Menurutnya, visi Smart Islamic University menjadi arah utama dalam membangun kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pemanfaatan teknologi.

Ke depan, tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan. Persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat, terutama dalam inovasi digital dan kualitas lulusan.

Namun demikian, capaian ini menjadi modal penting bagi UINSU untuk melangkah lebih jauh. ***