POJOKSATU.id - UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan langkah serius menuju pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter.
Sebagai bagian dari persiapan besar itu, kampus menggelar Workshop Strategi Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026 di Gedung O. Djauharuddin AR.
Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa UIN Bandung tengah menyiapkan pendirian Fakultas Kedokteran sebagai babak baru pengembangan kampus.
Baca Juga: KKN UIN Bandung 2026 Resmi Dibuka, Ada 12 Jenis Program dan 2 Skema Baru yang Jadi Sorotan
Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi keislaman di Indonesia.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang pendidikan kedokteran.
Salah satunya Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes., Sp.Rad (K)., yang membahas best practice pendirian serta pengelolaan fakultas kedokteran.
Baca Juga: Prabowo Puji TPST Banyumas, Jateng Targetkan Zero Sampah Lebih Cepat
Selain itu, Dr. dr. Nurlaili Susanti, M. Biomed memaparkan kebijakan dan regulasi pembukaan Program Studi Kedokteran di Indonesia.
Materi ini penting karena proses pembukaan prodi kedokteran dikenal memiliki standar ketat dan persyaratan berlapis.
Narasumber lainnya, dr. Tias Pramesti Griana, M. Biomed, menyampaikan strategi pemenuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pembukaan Prodi Kedokteran.
Baca Juga: Listrik Kereta
Pembahasan ini mencakup kesiapan fasilitas akademik, laboratorium, hingga dukungan layanan pembelajaran klinis.
Langkah UIN Bandung membuka prodi kedokteran tentu menjadi kabar menggembirakan bagi calon mahasiswa.
Selama ini, minat masyarakat terhadap jurusan kedokteran sangat tinggi, sementara daya tampung kampus negeri masih terbatas.
Baca Juga: Tahukah kamu? Dunia Memperingati International Jazz Day Setiap 30 April
Jika rencana ini berjalan mulus, UIN Bandung berpotensi menjadi salah satu perguruan tinggi keagamaan negeri yang memiliki fakultas kedokteran dengan integrasi sains, kesehatan, dan nilai keislaman.
Hal ini yang bikin banyak pihak mulai menaruh perhatian besar.***




