POJOKSATU.id — Pagi yang cerah di halaman Gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Minggu (17/08), menjadi saksi kebersamaan sivitas akademika memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 80 Republik Indonesia.

Upacara bendera berlangsung khidmat, diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, satpam, hingga mahasiswa.

Rektor UII, Fathul Wahid, memimpin jalannya upacara sebagai inspektur.

Petugas pengibar bendera berasal dari kalangan dosen dan tenaga kependidikan yang dipilih melalui seleksi ketat.

Baca Juga: Dua Prodi Polimdo Resmi Sandang Akreditasi Unggul LAM Teknik

Momen pengibaran Sang Merah Putih semakin syahdu diiringi lantunan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta oleh Marching Band UII serta Paduan Suara Miracle Voice UII.

Pancasila sebagai Kompas Bangsa

Dalam amanat yang dibacakan, Fathul Wahid menyampaikan pesan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertajuk Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Baca Juga: PMI Apresiasi Kehadiran BRI Taipei Branch, Permudah Transaksi Keuangan dari Taiwan ke Indonesia

Pesan ini mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap langkah pembangunan bangsa.

“Indonesia Maju harus diwujudkan dengan berpijak pada sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga setiap langkah pembangunan mendapat berkah-Nya,” ujar Fathul Wahid lantang.

Baca Juga: Sosok Kevin Silaban, Tangisnya Pecah Usai Kibarkan Merah Putih di Humbahas Saat Ayahnya Meninggal

Ia menekankan, penghormatan terhadap martabat manusia sesuai sila kedua juga menjadi pijakan penting menuju Indonesia yang adil.

Lebih lanjut, sila ketiga tercermin dalam semangat “Bersatu Berdaulat” yang mempersatukan keberagaman, sementara sila keempat menegaskan pentingnya kedaulatan rakyat dalam bingkai kebijaksanaan.

Dengan nilai tersebut, diharapkan terwujud masyarakat yang sejahtera, tenteram, dan bermartabat.

Dukungan Simbolis untuk Palestina

Menjelang penutupan, suasana haru menyelimuti upacara saat bendera merah putih dikibarkan berdampingan dengan bendera Palestina.

Aksi simbolis itu menjadi pernyataan sikap sivitas akademika UII dalam mendukung kemerdekaan Palestina, sekaligus wujud nyata pelaksanaan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

“Nilai-nilai Pancasila adalah kompas yang menuntun arah dan obor yang menerangi jalan menuju peradaban Indonesia yang semakin bermartabat di mata dunia,” tegas Rektor UII dalam penutup amanatnya.