POJOKSATU.id - Universitas Indonesia (UI) resmi memulai langkah besar menuju kampus digital melalui peluncuran program UI Digital Leap 2026.

Inisiatif ini menjadi penanda transformasi sistem administrasi kampus berbasis teknologi, dengan pengembangan sekitar 40 layanan digital yang dirancang secara internal untuk menunjang berbagai kebutuhan akademik dan non-akademik.

Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa transformasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong UI menjadi kampus unggul yang berdampak luas.

Baca Juga: IPB Kupas Strategi Lolos SNBT 2026, Kuota 30 Persen Jadi Peluang Besar Calon Mahasiswa

"Transformasi digital ini perlu dilakukan untuk membuat sistem administrasi di universitas menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan lebih bisa melayani tanpa dibatasi ruang dan waktu sesuai dengan perkembangan zaman," ujarnya usai peluncuran di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Empat Pilar Transformasi Digital UI
Wakil Rektor Bidang Infrastruktur dan Fasilitas, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu program unggulan UI dalam mencapai keunggulan institusi.

Langkah awal yang dilakukan adalah penyusunan IT Master Plan UI sebagai arah pengembangan teknologi ke depan.

Baca Juga: CPNS 2026! Pemkab Lombok Resmi Mengusulkan 63 Formasi dan Tanpa Guru, Kelebihan Tenaga Pendidik Jadi Salah Satu Penyebab

Pengembangan ini berfokus pada empat pilar utama:
- Pengembangan aplikasi
- Tata kelola dan kebijakan
- Peningkatan operasional layanan
- Modernisasi infrastruktur

Melalui Direktorat Transformasi Digital (DTD), UI telah mengembangkan sekitar 40 sistem baru, mencakup sistem akademik, keuangan, riset, hingga layanan mahasiswa seperti asrama dan parkir.

Satu Data, Akses Real-Time
Prof Heri Hermansyah juga menyoroti pentingnya integrasi data dalam satu sistem terpadu.

Baca Juga: Menanti Gaji Ke-13 ASN di Tengah Efisiensi Anggaran! PNS dan PPPK Cemas dengan Jawaban Menkeu Purbaya

"Sekarang dengan transformasi digital ini kita bahkan bisa melihat, kita butuh data apa bisa dilakukan secara real-time," ujarnya.

Melalui dashboard utama, berbagai data penting seperti jumlah mahasiswa, lulusan, pendapatan universitas, hingga hasil riset dapat diakses secara langsung.

"Dengan memiliki dashboard satu data ini, kita secara real-time bisa tinggal menarik data dari sistem sehingga tidak menjadi beban lagi harus menanyakan secara manual," tambahnya.

Baca Juga: Meski Diizinkan Pemerintah Pusat, Gubernur Kalsel Pilih Tolak WFH karena Takut ASN Menganggapnya Sebagai Hari Libur

Siap Adopsi Teknologi AI
Direktur Direktorat Transformasi Digital, Muhammad Rifqi Shihab, menegaskan bahwa transformasi digital UI tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi.

"Dalam melakukan transformasi digital ini sebetulnya bukan sekadar mengembangkan aplikasi, tetapi banyak sekali kegiatan lainnya," katanya.

UI juga telah menerbitkan berbagai regulasi pendukung, mulai dari SK Rektor tentang IT Master Plan, tata kelola teknologi informasi, hingga manajemen keamanan informasi.

Baca Juga: Mulai Juli 2026, Pemerintah Terapkan B50, Target Hemat Subsidi Rp48 Triliun dan Indonesia Berpotensi Surplus Solar

Rifqi menambahkan, "Harapannya, dengan transformasi digital ini kita bisa mewujudkan sistem yang terintegrasi, efisien, dan siap mengadopsi teknologi-teknologi AI."

Langkah UI ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata di dunia pendidikan tinggi. ***