POJOKSATU.id - Universitas Indonesia (UI) mendorong hilirisasi komoditas kopi hanjeli (Coix lacrymajobi L.) di Sukabumi, Jawa Barat, melalui inovasi kemasan dan branding.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing produk lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi UI (FFUI), Prof. Berna Elya, mengatakan kemasan menjadi salah satu bagian penting dalam proses hilirisasi produk kopi hanjeli.

Menurutnya, kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga dapat menjadi identitas merek sekaligus sarana untuk menyampaikan karakter dan nilai produk kepada konsumen.

Baca Juga: Bukan Sekadar Menari, Mahasiswa UI Bawa Cerita Indonesia ke Sejumlah Kota Eropa

"Kemasan memiliki peranan penting tidak hanya sebagai pelindung isi produk, tapi juga menjadi identitas merek dan wadah untuk menyampaikan nilai serta karakter produk kepada konsumen," jelas Prof. Berna di Depok, Jawa Barat, Senin (21/9).

Pengembangan produk, lanjutnya, tidak berhenti pada menghasilkan minuman olahan.

Produk juga perlu memiliki identitas dan daya tarik agar lebih mudah diterima konsumen.

Libatkan Petani dan UMKM
Pengembangan kemasan kopi hanjeli dilakukan dengan pendekatan living lab. Tim Pengmas FFUI melibatkan komunitas petani, pelaku UMKM, serta masyarakat Desa Wisata Hanjeli.

Mereka bersama-sama mengeksplorasi desain kemasan yang dinilai mampu merepresentasikan karakter kopi hanjeli sebagai produk pangan lokal Sukabumi.

Baca Juga: 50 Kampus Paling Berkelanjutan di Indonesia Versi UI GreenMetric 2026, Ada UGM hingga IPB

Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan iterasi pengembangan produk.

Desain kemasan terus disempurnakan berdasarkan masukan dari mitra dan hasil uji produk.

Branding awal yang dikembangkan mencakup nama, logo, hingga desain kemasan.

Konsep tersebut disiapkan untuk mendukung kesiapan produk memasuki pasar yang lebih luas, termasuk segmen oleh-oleh dan kafe.

"Kami berharap masyarakat dan UMKM dapat melihat bahwa komoditas lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai dan berdaya saing," ujar Prof. Berna.

Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal
Pengembangan kemasan menjadi salah satu bagian dari rangkaian program pengembangan kopi hanjeli.

Program tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari analisis kondisi awal, penyusunan desain proses, pengembangan prototipe, uji pengguna, iterasi, hingga finalisasi produk.

Baca Juga: UI Buka 12 Mata Kuliah Open Online Course 2026, Bisa Diikuti Pelajar hingga Umum

Pada tahap selanjutnya, kemasan akan diselaraskan dengan standar produksi dan kebutuhan pasar.

Program ini sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dan UMKM dalam ekosistem inovasi.

Mitra tidak hanya ditempatkan sebagai penerima hasil riset, tetapi juga sebagai pihak yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan dan mengelola produk hanjeli secara mandiri.

Baca Juga: Universitas dengan Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB, UI dan ITS Melesat

Ke depan, branding kopi hanjeli diarahkan untuk mendukung pengembangan model usaha seperti Café Kopi Hanjeli serta pemasaran produk sebagai oleh-oleh khas Sukabumi.

Melalui program pengabdian masyarakat tersebut, UI mendorong komoditas lokal agar tidak berhenti sebagai bahan pangan, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah dengan identitas dan daya saing yang lebih kuat. ***