POJOKSATU.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan kembali posisinya sebagai pusat rujukan keahlian psikososial dalam penanganan bencana nasional.

Menyusul banjir besar yang menerjang wilayah Sumatra akhir 2025, UGM memberikan pelatihan intensif bagi relawan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK).

Untuk mendukung pemulihan kesehatan mental dan pendidikan anak-anak terdampak.

Baca Juga: Daftar Formasi CPNS 2026 Lulusan SMA Tanpa Tes Fisik Ketat, Ini Jabatan dan Tahap Seleksinya

Pelatihan dipandu Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, untuk memastikan relawan memiliki kompetensi tepat sebelum turun ke lokasi bencana.

Diana menuturkan bahwa salah satu dampak terbesar dari bencana adalah tekanan psikologis, baik bagi penyintas maupun relawan.

Banyak relawan USK mengalami kelelahan mental karena menerima terlalu banyak informasi dan panggilan terkait penanganan bencana.

Baca Juga: Bank Mandiri Pertahankan Gelar Juara ARA 2024, Kokohkan Rekor Empat Tahun Beruntun

“Ketika bencana terjadi, semua orang mengalami overwhelm dan kesulitan mengambil keputusan,” ujar Diana, Rabu, 10 Desember 2025.


Pemulihan Anak Jadi Prioritas Utama

UGM menekankan bahwa dukungan untuk anak penyintas harus mengutamakan aspek keamanan psikologis sebelum pendidikan formal kembali dijalankan.

Baca Juga: PBNU Balik Serang Kubu Gus Yahya! Kubu Nuh: Jangan Lagi Pertanyakan Keputusan Pleno, Semua Sah!

“Relawan harus mampu membangun ruang aman yang ramah anak, membangkitkan semangat, dan memberikan aktivitas positif,” jelasnya.


Situasi Lapangan Masih Berat

Revitalisasi sekolah darurat di wilayah banjir menghadapi kendala serius.

Banyak jembatan rusak, akses terputus, dan pembersihan bangunan membutuhkan alat berat yang sulit masuk.

“Orang tua belum merasa aman melepas anaknya bermain atau belajar sendiri. Pembersihan sekolah pun sulit tanpa alat berat,” kata Diana.


Sinergi UGM–USK untuk Keberlanjutan Pemulihan

Dalam upaya mempercepat pemulihan, UGM berkolaborasi erat dengan USK dan jaringan relawan lokal.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN, TNI, Polri 2026 Menguat di APBN Baru: Pemerintah Klaim Lebih Realistis, DPR Minta Perencanaan Lebih Disiplin

Sebanyak 25 relawan USK diterjunkan ke empat kabupaten terdampak untuk memberikan dukungan psikososial, aktivitas pemulihan anak.

Serta membantu menghidupkan kembali kegiatan belajar di ruang-ruang darurat.

“Kami bekerja sama dengan Unsyiah karena mereka ada akses ke lapangan, sementara UGM menyediakan pelatihan dan dukungan psikososial,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Bandang Renggut Nafkah, Peternak Aceh Menangis Saat Temukan Kambingnya Tewas Terendam Banjir


Menjaga Kesehatan Mental Penyintas sebagai Fondasi Pemulihan

UGM menegaskan bahwa pemulihan psikososial adalah fondasi penting untuk membangun kembali kehidupan penyintas, terutama anak-anak.

“Yang utama adalah memberikan basic support agar well-being anak-anak dan keluarga terjaga, jadi mereka bisa pulih tanpa berlarut dalam trauma,” tutupnya.***