POJOKSATU.id - Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memperkuat perannya dalam pembangunan desa berbasis riset.
Melalui tim peneliti multidisiplin, UBB resmi meluncurkan sekaligus menyerahkan aplikasi Trashflow UBB kepada BUMDes Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka.
Aplikasi Trashflow UBB dirancang sebagai sistem manajemen sampah anorganik berbasis digital yang terintegrasi dengan konsep ekonomi sirkular.
Baca Juga: Terungkap! Pemerintah Alokasikan Rp17,2 Triliun, Peluang KIP Kuliah Tidak Hanya Untuk Desil 1–5!
Warga desa dapat menukarkan sampah anorganik seperti botol plastik dan kaleng menjadi poin atau koin digital yang tercatat otomatis dalam sistem.
Dengan pencatatan digital tersebut, BUMDes dapat memantau volume sampah yang terkumpul sekaligus tingkat partisipasi masyarakat secara transparan dan berkelanjutan. Sampah yang sebelumnya hanya menjadi beban lingkungan kini memiliki nilai ekonomi yang nyata.
Ketua Tim Peneliti UBB, Dr. Rulyanti Susi Wardhani, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Trashflow merupakan luaran penelitian fundamental terapan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat desa.
Baca Juga: Sudah Dipasang Police Line, KDM Tetap Temukan Tambang Ilegal Beroperasi Tengah Malam di Subang
“Kami ingin hasil penelitian ini menjadi bagian dari sistem ekonomi desa, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Karena itu, pengelolaan inovasi ini diserahkan kepada BUMDes agar memiliki kepastian kelembagaan dan orientasi jangka panjang,” ujar Dr. Rulyanti.
Program ini juga didukung kolaborasi strategis antara UBB dan Dinas Sosial serta Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Baca Juga: Laptop Ngelag Bikin Emosi? Ini Cara Mengatasi Laptop Lemot yang Bisa Dilakukan Sendiri
Sinergi ini memastikan implementasi Trashflow sejalan dengan peta jalan pemberdayaan masyarakat di tingkat regional.
Tim peneliti UBB yang terlibat terdiri dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Ir. Suhdi, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Darus Altin, S.E., M.Si., Alim Bahri, S.T., M.M., serta Muhammad Qomaruddin, S.E., M.Sc. Kolaborasi lintas keahlian ini menjadi kunci lahirnya inovasi yang aplikatif di tingkat desa.
Pemerintah Desa Pagarawan menyambut positif kehadiran Trashflow. Melalui sistem ini, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh insentif ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan.
Baca Juga: Sepanjang 2025, DAM Edukasi Safety Riding untuk Lebih dari 21 Ribu Masyarakat
Skema pertukaran poin yang dikelola oleh BUMDes diharapkan mampu membuka peluang usaha baru berbasis industri daur ulang dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Penyerahan aplikasi Trashflow dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh perangkat desa, mitra masyarakat, serta mahasiswa pendamping.
Baca Juga: Bupati Bandung Sapa Warga Pelosok Lewat Program Bunga Desa 2026
Ke depan, tim peneliti UBB berkomitmen melakukan pendampingan teknis agar Trashflow berjalan optimal dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Bangka Belitung. ***




