POJOKSATU.ID - Fenomena penurunan desil melalui aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat.
Di berbagai media sosial, banyak warga mengaku berhasil menurunkan status desil mereka hingga disebut-sebut “berhasil 100 persen”, sehingga kembali berpeluang menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Kondisi ini membuat masyarakat berbondong-bondong mencoba fitur pemutakhiran data yang tersedia di aplikasi Cek Bansos.
Penurunan desil sendiri menjadi isu sensitif, karena berpengaruh langsung terhadap kelayakan seseorang sebagai penerima bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan bansos lainnya.
Baca Juga: Nah Loh Istana Kedatangan 1200 Rektor dan Guru Besar! Ada Apa? Tertanyata Begini Penjelasannya
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Semakin kecil angka desil, semakin besar peluang seseorang masuk kategori masyarakat miskin atau rentan miskin yang berhak menerima bantuan.
Banyak warga merasa status desil mereka tidak sesuai dengan kondisi ekonomi terkini.
Ada yang kehilangan pekerjaan, usahanya menurun, atau memiliki tanggungan keluarga lebih besar, namun masih tercatat berada di desil menengah.
Baca Juga: Harga Beras 2026 Tak Sama di Tiap Daerah, Ini Fakta Selisih Harga Meski HPP Dipatok Rp12500 per Kg
Inilah yang mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos untuk memperbarui data.
Lalu, bagaimana cara menurunkan desil lewat aplikasi Cek Bansos?
Langkah pertama, masyarakat harus mengunduh aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial melalui Play Store.
Setelah itu, lakukan registrasi akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, dilengkapi data pribadi dan alamat domisili.
Setelah berhasil masuk, pengguna dapat memanfaatkan fitur “Usul” dan “Sanggah”.
Fitur ini memungkinkan masyarakat mengajukan pembaruan data apabila merasa kondisi sosial ekonominya tidak sesuai dengan yang tercatat di sistem.
Pada menu usul, pengguna diminta mengisi data kondisi terkini secara jujur dan lengkap, termasuk status pekerjaan, penghasilan, kondisi rumah, serta jumlah tanggungan keluarga.
Sistem juga meminta unggahan foto rumah tampak depan sebagai bukti visual.
Data yang diinput tidak langsung mengubah desil secara otomatis.
Informasi tersebut akan diverifikasi oleh pendamping sosial dan pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Proses verifikasi lapangan inilah yang menjadi penentu utama apakah pengajuan penurunan desil disetujui atau tidak.
Baca Juga: Usai Kontrak Tak Diperpanjang, Belasan PPPK Paruh Waktu Alami Syok Hingga Jatuh Sakit
Banyaknya klaim keberhasilan di media sosial tidak terlepas dari meningkatnya respons aparat desa dalam memproses usulan warga.
Pemerintah daerah juga didorong untuk lebih aktif memvalidasi data agar bansos benar-benar tepat sasaran.
Namun demikian, Kementerian Sosial menegaskan bahwa tidak ada jaminan penurunan desil bisa berhasil 100 persen untuk semua pengajuan.
Keputusan akhir tetap bergantung pada hasil verifikasi faktual di lapangan serta kesesuaian dengan indikator kesejahteraan nasional.
Masyarakat diimbau untuk tidak memanipulasi data demi menurunkan desil.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, pengajuan bisa ditolak, bahkan berpotensi menimbulkan sanksi administratif.
Pemerintah menekankan bahwa aplikasi Cek Bansos dibuat untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan pemutakhiran data secara mandiri, pemerintah berharap data sosial ekonomi semakin akurat.
Hal ini menjadi kunci agar bantuan sosial dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.***




