POJOKSATU.id - Membaca jurnal ilmiah sudah menjadi aktivitas yang nyaris tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa.
Setiap kali ada tugas kuliah, dosen cenderung meminta sumber referensi dari jurnal ilmiah dibandingkan buku teks.
Saya masih ingat betul pesan salah satu dosen semasa kuliah.
Menurutnya, jurnal ilmiah lebih layak dijadikan rujukan karena hasil risetnya biasanya lebih mutakhir. Textbook bisa jadi pijakan awal, tapi jurnal menawarkan kebaruan.
Baca Juga: Peneliti UGM Raih RKSA 2025, Inovasi Tablet Kombucha Rosella Antidiabetik Jadi Sorotan
Dari situ satu kesimpulan muncul, membaca jurnal ilmiah bukan pilihan, melainkan kewajiban mahasiswa.
Masalahnya, tidak sedikit mahasiswa yang merasa kewalahan saat berhadapan dengan tumpukan jurnal.
Bahasanya padat, istilahnya teknis, dan alurnya terasa rumit. Padahal, ada cara sederhana agar membaca jurnal ilmiah jadi lebih terarah dan mudah dipahami.
Baca Juga: UPI Kirim Tim Relawan Multidisiplin ke Wilayah Bencana, Fokus Layanan Kesehatan dan Trauma Healing
Berikut tips step by step yang bisa kamu terapkan.
Mulai dari Introduction, Bukan Abstrak
Banyak orang langsung membaca abstrak, padahal bagian ini hanya rangkuman singkat dari keseluruhan jurnal.
Di dalamnya memang ada latar belakang, metode, hasil, dan kesimpulan, tetapi sering kali terlalu padat dan kurang menjelaskan konteks riset secara utuh.
Baca Juga: Beasiswa Khalifa University 2026 Dibuka, S2–S3 Fully Funded di Uni Emirat Arab
Supaya tidak asal mengutip, lebih baik mulai dari bagian introduction untuk memahami latar belakang penelitian yang sebenarnya.
Temukan Pertanyaan Besarnya
Yang perlu dicari bukan sekadar “penelitian ini tentang apa”, melainkan “masalah apa yang ingin dipecahkan?”.
Dengan menemukan pertanyaan besar riset, fokus membaca akan lebih terarah.
Baca Juga: Heboh Situasi Darurat, BRIN Turunkan Teknologi Drone untuk Pencarian Jenazah di Sumatera
Tujuan utama penelitian adalah menjawab masalah tertentu, dan dari sini kamu bisa memahami alasan riset itu perlu dilakukan.
Rangkum Latar Belakang Maksimal Lima Kalimat
Bagian introduction biasanya memuat riset sebelumnya, urgensi penelitian, serta celah penelitian yang ingin diisi.
Cobalah merangkum bagian ini tidak lebih dari lima kalimat. Ketika alur berpikir peneliti sudah kamu pahami, memahami keseluruhan isi jurnal akan terasa jauh lebih mudah.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di BIM, Besok Kunjungi 3 Daerah Terdampak Banjir Longsor di Sumbar
Buat Diagram dari Metode Penelitian
Bagian metode menjelaskan langkah-langkah peneliti dalam menjawab permasalahan riset.
Jika itu penelitian eksperimen, biasanya dijelaskan alat, bahan, dan perlakuan yang diberikan.
Agar tidak bingung, buat diagram atau alur kerja sederhana dari metode tersebut.
Visualisasi akan membantu memahami proses penelitian secara menyeluruh.
Fokus Membaca Bagian Hasil
Di bagian hasil, kamu tidak perlu langsung menyimpulkan. Cukup pahami dan rangkum apa saja temuan peneliti.
Grafik dan tabel biasanya sudah mewakili isi hasil penelitian.
Perhatikan juga apakah hasilnya signifikan atau tidak, serta apakah ukuran sampel yang digunakan cukup representatif.
Cermati Bagian Kesimpulan
Kesimpulan yang baik harus menjawab inti permasalahan penelitian.
Misalnya penelitian tentang pengaruh durasi penggunaan media sosial terhadap prestasi akademik remaja, maka kesimpulan harus menjelaskan apakah ada hubungan di antara keduanya, dan apakah hubungan tersebut signifikan atau tidak.
Baca Abstrak di Bagian Akhir
Setelah memahami introduction, metode, hasil, dan kesimpulan, barulah kembali membaca abstrak.
Tujuannya untuk mengecek apakah pemahamanmu sudah sejalan dengan ringkasan peneliti.
Jika ada yang terasa tidak sesuai, kamu bisa kembali ke bagian yang perlu dibaca ulang. ***




