POJOKSATU.ID - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pengenalan fasilitas fisik, tetapi juga penanaman nilai karakter yang kuat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf merumuskan tujuh aspek utama yang harus diperkuat oleh para taruna pendamping selama masa pembinaan.

Ketujuh poin tersebut meliputi kegiatan kepramukaan, pembinaan kepribadian, penanaman wawasan nusantara, serta aktivitas kelompok.

Selain itu, kebersihan lingkungan asrama, semangat bela negara, dan penguatan kegiatan keagamaan turut menjadi fokus perhatian mendasar.

Baca Juga: Bantu Adaptasi Asrama, Taruna Bhakti Diterjunkan Jadi Role Model di Sekolah Rakyat Kemensos

Tujuh poin pembinaan ini diproyeksikan menjadi fondasi karakter jangka panjang yang akan terus menopang kehidupan para siswa.

Mensos berpesan agar proses pendampingan oleh Taruna Bhakti dilakukan dengan pendekatan yang penuh empati dan rasa kekeluargaan.

Para taruna diminta menempatkan diri sebagai sosok kakak yang mampu memberikan teladan positif bagi adik-adik tingkatnya.

Di samping penguatan karakter, pemerintah memberikan peringatan sangat keras terkait batas toleransi pelanggaran di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Targetkan 100 Ribu Siswa Tahun Depan, Pemerintah Genjot Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Berbagai Daerah

Tiga tindakan yang dikategorikan sebagai garis merah absolut adalah aksi perundungan atau bullying, kekerasan fisik maupun seksual, dan sikap intoleransi.

Larangan ini berlaku tegas bagi seluruh pihak tanpa terkecuali, baik sesama siswa, pengajar, maupun para pendamping.

Jika menemukan indikasi tindakan tersebut, semua personel di lapangan diwajibkan untuk segera menghentikan dan mengarahkannya ke hal positif.

Pendekatan humanis dan tegas ini diterapkan agar ruang belajar berasrama menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Dengan begitu, pembentukan karakter dapat berjalan secara maksimal tanpa meninggalkan trauma psikologis bagi peserta didik.

Integritas dan rasa saling menghargai pun diharapkan dapat terbangun secara alami sejak hari pertama sekolah.***