POJOKSATU.id - Sebagai komitmen untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru, Kemendikbudristek mengumumkan teknis Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024.
Acara ini, yang diselenggarakan secara hybrid di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, pada Jumat (08/12), menyoroti keberhasilan Kurikulum Merdeka pada tahun 2023, yang telah diakui oleh Kepala BSKAP, Anindito Aditomo.
Pengumuman SNPMB 2024 membahas berbagai kebaharuan, termasuk aspek keadilan, akuntabilitas, fleksibilitas, efisiensi, transparansi, dan larangan konflik kepentingan.
Baca Juga: Rincian Kuota Sekolah SNBP 2024 dengan Proses Seleksi Nasional Berbasis Prestasi dan Cara Ceknya
Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam, menekankan upaya Kemendikbudristek dalam pemeriksaan vokasi untuk memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Ganefri, menyoroti pentingnya memaknai setiap proses dalam menentukan seleksi, mengajak untuk memahami proses sebagai dasar penentuan seleksi calon mahasiswa.
Pelaksanaan SNPMB 2024 juga melibatkan ketua pelaksana, wakil ketua, dan sejumlah media.
Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menilai prestasi akademik dan non-akademik siswa SMA/SMK/MA kelas terakhir pada tahun 2024.
Ada tiga jalur seleksi masuk PTN: SNBP, SNBT (berdasarkan tes), dan mandiri (menggunakan nilai UTBK).
Persyaratan sekolah mencakup NPSN, akreditasi, dan pengisian PDSS.
Pilihan PTN melibatkan 76 PTN akademik, 45 PTN vokasi, dan 24 PTKIN. Program vokasi dan akademik mencakup 585 Diploma 3, 604 Diploma 4/Sarjana Terapan, serta 3.471 Sarjana.***



