POJOKSATU.id - Menata masa depan bangsa bersama menjadi semangat dan melatarbelakangi berdirinya Akademi Perindustrian (Akprind) di Yogyakarta, pada 12 Mei 1972 oleh Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII.
Hal tersebut atas prakarsa Drs. R. Sawaldi, Siswono Utojo, B.Sc., Subardi Partono, B.Sc., Drs. Agus Sulistyo, Suwardi, B.Sc., serta Ir. Soekamto bersama Yayasan Pembina Potensi Pembangunan dan Kanwil Departemen Perindustrian Yogyakarta.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65/DPT/B/1973 tanggal 20 Juni 1973, Akademi Perindustrian (Akprind) resmi memiliki dua jurusan, yakni Manajemen Industri dan Teknologi Industri.
Baca Juga: Sering Tak Disadari, Waspada Tiga Hal yang Bisa Menghilangkan Pahala Puasa
Seiring perkembangan kebutuhan tenaga terampil, pada tahun akademik 1975 dibuka Jurusan Maintenance Industri dengan Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Listrik, kemudian disusul pembukaan Program Studi Statistika Industri pada tahun akademik 1978/1979.
Tahun 1984 menjadi tonggak penting ketika Akademi Perindustrian berubah nama menjadi Akademi Teknologi Industri “AKPRIND” sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 043/O/1985 tanggal 28 Januari 1985.
Istilah AKPRIND merupakan kepanjangan dari Amanat Keluarga Pejuang Republik Indonesia, yang bermakna komitmen untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi nusa, bangsa, dan negara, sejalan dengan motto JNANADHARMA.
Baca Juga: Reza Arap Janji Bersihkan Nama Lula Lahfah, Ungkapan Duka Penuh Emosi Usai Kepergian Sang Kekasih
Menjawab tuntutan kebutuhan tenaga sains dan teknologi yang profesional, AKPRIND kemudian ditingkatkan menjadi Institut Sains dan Teknologi AKPRIND berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0145/O/1989 tanggal 16 Maret 1989.
Institut ini mengembangkan berbagai fakultas dan program studi di bidang teknologi industri, sains terapan, teknologi mineral, serta teknologi informasi dan bisnis, lengkap dengan sekolah vokasi dan program magister.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya mencapai babak baru pada tahun 2024. Melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 217/E/O/2024 tanggal 28 Februari 2024.
Baca Juga: Bukan Cuma 12 Kali, PNS Bisa Terima Gaji hingga 14 Kali dalam Setahun! Ini Rinciannya
Institut Sains dan Teknologi AKPRIND resmi bertransformasi menjadi Universitas AKPRIND Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembina Potensi Pembangunan.
Saat ini Universitas AKPRIND Indonesia menyelenggarakan Program Strata-1 pada tiga fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi, serta Fakultas Komunikasi dan Bisnis.
Selain itu, tersedia Program Pendidikan Vokasi (D3) dan Program Pascasarjana (S2) Magister Rekayasa Mesin.
Pengakuan terhadap mutu institusi ditandai dengan capaian Akreditasi Institusi peringkat “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Yang dibuktikan dengan keluarnya Surat Keputusan Nomor 44/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/II/2025 tanggal 27 November 2024.
Baca Juga: PNS yang Sudah Menikah Simak! Segini Tunjangan untuk Suami, Istri, dan Anak Lengkap dengan Simulasi
Universitas AKPRIND Indonesia memiliki tiga kampus utama di Kota Yogyakarta, yaitu Kampus I Balapan, Kampus II Pusat Laboratorium, dan Kampus III Pengok.
Selain itu ada juga satu Asrama Putri di kawasan Gondokusuman. Keberadaan fasilitas ini mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
Dengan visi menjadi perguruan tinggi berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, inovatif, dan unggul dengan reputasi internasional, Universitas AKPRIND Indonesia terus meneguhkan jati dirinya sebagai universitas inovatif dan profesional.
Sebuah perjalanan panjang yang lahir dari idealisme, tumbuh melalui dedikasi, dan kini melangkah mantap menatap masa depan pendidikan Indonesia yang lebih bermakna. ***




