POJOKSATU.id – Kabar baik datang untuk para guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Pemerintah mulai memberi sinyal kuat bahwa TPG 2026 akan dibayarkan per bulan, bukan lagi per triwulan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu tandanya, uji coba validasi Info GTK dan penarikan data SKTP dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, bahkan sudah dimulai sejak awal tahun.

Baca Juga: Bukan Apel atau Hukuman, Pemko Binjai Pilih Sepak Bola untuk Disiplinkan ASN

Informasi ini disampaikan langsung oleh admin pusat Info GTK melalui saluran resminya.

Dalam imbauannya, seluruh sekolah diminta segera melengkapi dan memastikan keakuratan data Dapodik, karena proses validasi akan menjadi penentu kelancaran pembayaran tunjangan profesi guru ke depan.

“Mulai hari ini, sekolah diminta memastikan data Dapodik lengkap dan benar. Ini penting untuk mendukung proses pembayaran tunjangan profesi per bulan,” demikian isi pengumuman admin Info GTK yang beredar.

Baca Juga: Desil Bansos Bisa Turun Naik, Ini Penyebab Sebenarnya dan Langkah yang Harus Dilakukan Warga

Validasi Lebih Cepat dari Tahun Sebelumnya
Menariknya, validasi Info GTK di awal tahun ini terbilang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya, proses serupa baru dilakukan pada Maret atau April. Namun kali ini, guru sudah diminta bersiap sejak Januari.

Percepatan ini dipahami sebagai bagian dari penyesuaian sistem pembayaran TPG 2026 yang dirancang lebih rutin dan transparan, yakni dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening guru.

Baca Juga: Nah Loh Istana Kedatangan 1200 Rektor dan Guru Besar! Ada Apa? Tertanyata Begini Penjelasannya

Bagi guru, kondisi ini menjadi pengingat penting agar tidak menunda pembaruan data Dapodik, mulai dari beban mengajar, status kepegawaian, hingga kesesuaian mata pelajaran.

“Kalau nanti saat validasi ada data bermasalah, itu bisa berdampak langsung ke pencairan. Jadi sekarang waktunya memastikan semuanya sudah sesuai,” ujar seorang operator sekolah.

TPG 2026 Dirancang Lebih Stabil
Kebijakan TPG per bulan disebut-sebut bertujuan memberi kepastian pendapatan bagi guru, sekaligus mengurangi potensi keterlambatan pencairan yang kerap terjadi pada skema triwulanan.

Baca Juga: Harga Beras 2026 Tak Sama di Tiap Daerah, Ini Fakta Selisih Harga Meski HPP Dipatok Rp12500 per Kg

Dengan sistem bulanan, guru tidak lagi menunggu pencairan dalam jumlah besar setiap tiga bulan, melainkan menerima tunjangan secara rutin layaknya gaji.

Namun demikian, skema ini juga menuntut validasi data yang lebih ketat dan berkelanjutan. Itulah sebabnya, uji coba validasi Info GTK dilakukan lebih awal agar potensi kendala bisa segera diantisipasi.

Guru Diminta Aktif Cek Info GTK
Dalam beberapa hari ke depan, guru sudah bisa mengecek status validasi Info GTK masing-masing.

Baca Juga: Wakil Kepala BGN Jelaskan Kriteria Pegawai SPPG yang Akan Diangkat Menjadi PPPK

Indikator valid atau hijau menjadi tanda bahwa data telah sesuai dan siap diproses untuk pembayaran tunjangan.

Sebaliknya, jika masih muncul keterangan tidak valid, guru diimbau segera berkoordinasi dengan operator sekolah untuk melakukan perbaikan data di Dapodik.

“Jangan tunggu sampai pencairan. Begitu validasi dibuka, langsung dicek,” pesan admin Info GTK dalam keterangannya.

Baca Juga: Pemutakhiran DTSEN di Halmahera Barat Dipercepat, Bansos dan Program Ekonomi Kini Lebih Tepat Sasaran

Bagi banyak guru, kabar ini menjadi sinar harapan setelah sebelumnya harus bersabar menghadapi berbagai dinamika pencairan tunjangan. Skema per bulan diharapkan membuat pengelolaan keuangan rumah tangga lebih stabil.

Kini, fokus utama guru adalah satu, memastikan data Dapodik aman, sinkron, dan valid, agar TPG 2026 benar-benar bisa dinikmati tanpa hambatan. ***