POJOKSATU.id - Masuknya Tunjangan Profesi Guru (TPG) Januari 2026 ke rekening menjadi momen yang ditunggu-tunggu banyak guru.

Namun, tidak sedikit yang terkejut karena nominal yang diterima terasa lebih kecil dari perkiraan.

Padahal, saat dihitung secara kasar, potongan pajak dan BPJS seharusnya hanya sekitar 6 persen.

Baca Juga: Wamenkes Ungkap Indonesia Rugi Rp160 Triliun, Warga Lebih Pilih Berobat ke Negara Tetangga

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan guru: mengapa potongan TPG Januari bisa lebih besar dari simulasi?

Simulasi Hitungan Resmi Potongan TPG Januari

Secara umum, potongan TPG terdiri dari pajak penghasilan dan iuran BPJS.

Jika diasumsikan potongan pajak sebesar 5 persen dan BPJS sebesar 1 persen, maka total potongan adalah 6 persen dari TPG kotor.

Baca Juga: APBD Menyusut, TPP ASN Pemprov Kalteng Dipotong 30 Persen Mulai 2026, Ini Penjelasannya

Sebagai contoh, untuk guru golongan 3D dengan TPG kotor sebesar Rp4.300.000, perhitungannya sebagai berikut.

Potongan pajak 5 persen dari Rp4.300.000 adalah Rp215.000.

Potongan BPJS 1 persen sebesar Rp43.000.

Baca Juga: Diaspora Indonesia Soroti Program GCI: Jangan Samakan Eks-WNI dengan WNA Biasa

Jika dijumlahkan, total potongan mencapai Rp258.000.

Dengan demikian, TPG bersih yang seharusnya diterima adalah Rp4.042.000.

Kenyataan di Rekening Lebih Kecil dari Simulasi

Dalam praktiknya, ada guru golongan 3D yang melaporkan TPG Januari 2026 masuk ke rekening hanya sekitar Rp3.879.000.

Artinya, terdapat selisih sekitar Rp163.000 dari hitungan bersih yang diharapkan.

Baca Juga: Ahok Ngaku Kesal dengan Erick Thohir, Direksi Pertamina Disebut Diganti Tanpa Lewat Komisaris

Selisih inilah yang memicu kebingungan dan anggapan bahwa potongan TPG Januari terlalu besar.

Faktor Tambahan yang Bisa Mempengaruhi Potongan

Perlu dipahami bahwa potongan TPG tidak selalu identik dengan satu rumus tunggal.

Pajak penghasilan guru dihitung berdasarkan akumulasi penghasilan, bukan hanya dari TPG semata.

Baca Juga: TPG 2026 Resmi Cair Bulanan, Ini Perubahan Besar yang Wajib Dipahami Guru Sejak Awal Tahun

Jika pada bulan Januari terdapat penyesuaian pajak, rapel, atau perubahan status PTKP, maka tarif efektif pajak bisa terasa lebih besar.

Selain itu, potongan BPJS tidak selalu berhenti di angka 1 persen.

Dalam kondisi tertentu, bisa terjadi penyesuaian iuran, kekurangan bulan sebelumnya, atau pemotongan tambahan yang langsung diambil pada bulan berjalan.

Baca Juga: TPG 2026 Resmi Cair Bulanan, Ini Perubahan Besar yang Wajib Dipahami Guru Sejak Awal Tahun

Hal-hal inilah yang sering tidak disadari guru ketika membandingkan simulasi dengan nominal riil di rekening.

Pengaruh Sistem TPG Bulanan 2026

Mulai 2026, TPG dibayarkan per bulan, bukan lagi triwulan.

Sistem baru ini membuat potongan terasa lebih “terlihat” karena dilakukan setiap bulan, bukan dirata-ratakan dalam pencairan besar.

Pada sistem triwulan, potongan terasa lebih samar karena guru menerima dana dalam jumlah besar sekaligus.

Sementara pada sistem bulanan, setiap potongan langsung terasa signifikan.

Apa yang Perlu Dilakukan Guru

Jika menemukan selisih yang cukup besar, guru disarankan tidak langsung berasumsi ada kesalahan.

Langkah pertama adalah memeriksa slip atau rincian pembayaran TPG dari instansi terkait.

Baca Juga: TPG 2026 Resmi Cair Bulanan, Ini Perubahan Besar yang Wajib Dipahami Guru Sejak Awal Tahun

Guru juga bisa menanyakan ke bendahara atau dinas untuk memastikan apakah ada potongan pajak tambahan, penyesuaian BPJS, atau kewajiban lain yang dibebankan pada bulan Januari.

Potongan TPG Januari 2026 yang terasa besar umumnya bukan karena kesalahan sistem, melainkan akibat kombinasi pajak, BPJS, dan penyesuaian administratif di awal tahun.

Simulasi 6 persen memang benar secara umum, tetapi nominal riil bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing guru.

Dengan memahami faktor-faktor ini, guru diharapkan lebih tenang dan tidak kaget saat menerima TPG di bulan-bulan berikutnya.***