POJOKSATU.id - Kabar menggembirakan datang untuk seluruh guru ASN maupun non-ASN di Indonesia.
Pemerintah melalui Menteri Pendidikan menyampaikan bahwa skema pencairan Tunjangan Profesi Guru sedang disiapkan untuk dialihkan menjadi sistem pembayaran bulanan.
Selama ini guru hanya menerima tunjangan per triwulan yang sering menimbulkan ketidakpastian dan beban finansial karena pencairannya menunggu tiga bulan sekali.
Baca Juga: TPG 2026 Cair Bulanan Menteri Pendidikan Nyatakan Tahun Depan Kita Usahakan Realisasi
Dengan skema baru yang diupayakan mulai tahun depan, guru diprediksi akan jauh lebih stabil secara ekonomi.
Pengumuman ini disampaikan langsung pada momentum Hari Guru dan disambut tepuk tangan meriah oleh para tenaga pendidik.
Jika terealisasi, langkah ini disebut-sebut sebagai terobosan terbesar dalam sistem tunjangan guru nasional.
Pemerintah Tegaskan TPG Bulanan Sedang Disiapkan Serius
Pemerintah memastikan bahwa perubahan skema pencairan bukanlah isu liar tetapi kebijakan yang benar-benar sedang dipersiapkan.
Baca Juga: CPNS Terancam Vakum 5–7 Tahun? Ini Dampak Alih Status PPPK ke PNS yang Picu Kekhawatiran Nasional
Menteri Pendidikan menyebut bahwa meski saat ini TPG masih ditransfer setiap tiga bulan, pemerintah menargetkan agar pencairan bulanan dapat mulai diterapkan tahun depan.
Perubahan ini juga menjadi salah satu program prioritas yang diamanatkan Presiden.
Sistem bulanan diyakini akan membuat aliran pendapatan guru lebih teratur dan memudahkan pengelolaan kebutuhan keluarga.
Selain lebih stabil, skema ini akan mendekatkan standar tunjangan di Kemendikbud dengan sistem di Kementerian Agama yang sudah lebih dulu menerapkan pembayaran TPG per bulan.
Guru pun menyambut penuh antusias.
Guru Non-ASN Sudah Merasakan Kenaikan Besar TPG Bulanan Tambah Keuntungan
Tidak hanya TPG bulanan, pemerintah juga telah mengeksekusi kenaikan tunjangan untuk guru non-ASN menjadi Rp2 juta per bulan.
Kenaikan ini menjadi langkah besar karena sebelumnya banyak guru honorer menerima tunjangan dengan nominal jauh lebih kecil.
Sementara itu, guru ASN juga telah menerima TPG setara gaji pokok yang ditransfer langsung ke rekening tanpa perantara.
Reformasi ini disebut menjadi dasar kuat untuk membuat kesejahteraan guru semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Jika skema bulanan terealisasi, guru non-ASN dan ASN sama-sama akan menikmati keuntungan yang lebih teratur.
Baca Juga: Gangguan Makan Tak Lagi Sepele, Waspadai Tanda-Tanda Eating Disorder yang Sering Terabaikan
Perubahan ini diharapkan mendorong motivasi dan kualitas pengajaran di kelas.
Ribuan Guru Diikutkan PPG Banyak yang Akan Segera Menerima Sertifikasi
Menteri Pendidikan memastikan bahwa pada tahun berjalan, lebih dari 808.865 guru telah mendapatkan kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru.
Baca Juga: Harapan Baru Tenaga Honorer! Skema PPPK Paruh Waktu Dirombak, Peluang Full-Time Semakin Nyata
Guru-guru yang lulus diharapkan bisa menerima sertifikasi pada tahun berikutnya selama memenuhi persyaratan administrasi dan akademik.
Sertifikasi ini menjadi syarat utama untuk mendapatkan TPG reguler.
Pembukaan PPG yang sangat besar ini menunjukkan komitmen pemerintah memperluas akses tunjangan bagi lebih banyak guru.
Skema TPG bulanan pun akan memberikan manfaat lebih besar bagi mereka yang baru menyelesaikan PPG.
Semakin banyak guru bersertifikat, semakin luas penerima manfaat dari perubahan kebijakan tunjangan ini.
Program Beasiswa RPL Dibuka Besar-Besaran 162.500 Guru Raih Gelar S1
Selain PPG, pemerintah juga mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Tahun ini, 12.500 guru telah menerima beasiswa sebesar Rp3 juta per semester untuk menempuh pendidikan sarjana.
Tahun depan jumlahnya naik drastis menjadi lebih dari 150.000 guru.
Baca Juga: Bahlil Akui Merasa Bersalah: Tambang Saya Dulu Tebang Pohon, Kini Rakyat yang Menanggung Banjir!
Dalam waktu dua tahun, sekitar 162.500 guru akan memperoleh gelar S1 yang menjadi syarat PPG dan sertifikasi.
Ketika sudah memenuhi syarat, para guru ini berpeluang menerima TPG secara reguler dan bila skema bulanan berjalan, mereka akan langsung menikmati manfaat pencairan rutin setiap bulan.
Program ini disebut sebagai lompatan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.
Digitalisasi dan Revitalisasi Sekolah Dipercepat untuk Mendukung Sistem Baru
Di luar tunjangan, pemerintah juga bergerak cepat menjalankan program digitalisasi dan revitalisasi sekolah.
Baca Juga: Ayah Lemas Berjalan Puluhan Km Cari Keluarga Hilang, Haruskah Tunggu Viral Dulu?
Tahun ini, lebih dari 16.175 satuan pendidikan ditargetkan selesai diperbarui sarana dan prasarannya.
Pelatihan guru juga terus diperluas meliputi pembelajaran mendalam, coding dan AI, STEM, hingga pelatihan kepala sekolah.
Semua program tersebut menjadi fondasi untuk menguatkan kualitas pendidikan nasional.
Jika TPG bulanan diterapkan, beban administrasi yang lebih cepat dan stabil akan semakin mendukung pelaksanaan berbagai program tersebut.
Guru diharapkan dapat mengajar lebih fokus tanpa terbebani tiga bulanan tunjangan.
TPG Bulanan Semakin Dekat Guru Diminta Bersiap
Pernyataan terbuka dari Menteri Pendidikan menjadi bukti kuat bahwa skema TPG bulanan sedang menuju tahap realisasi.
Tahun depan menjadi target awal perubahan besar ini dengan persiapan administrasi dan sinkronisasi yang terus dilakukan pemerintah.
Guru diminta menjaga kevalidan Data Pokok Pendidikan dan Info GTK agar tidak tertinggal dalam mekanisme baru.
Bila skema ini berhasil diterapkan, guru ASN dan non-ASN akan menerima aliran pendapatan yang lebih stabil setiap bulan.
TPG bulanan bukan hanya janji, tetapi mulai terlihat sebagai kebijakan konkret yang akan mengubah kesejahteraan guru di Indonesia.***




