POJOKSATU.id - Kabar menggembirakan datang bagi jutaan guru sertifikasi di Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan resmi pada acara peringatan Hari Guru, Menteri Pendidikan menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema baru pencairan Tunjangan Profesi Guru agar dapat ditransfer setiap bulan.

Hal ini menjadi jawaban atas keluhan lama guru yang selama ini menerima TPG hanya sekali setiap tiga bulan.

Baca Juga: CPNS Terancam Vakum 5–7 Tahun? Ini Dampak Alih Status PPPK ke PNS yang Picu Kekhawatiran Nasional

Menteri menyatakan bahwa perubahan skema ini sedang diupayakan secara serius dan ditargetkan mulai direalisasikan tahun depan.

Pengumuman tersebut sontak mendapat tepuk tangan meriah dari para guru yang hadir.

Jika berhasil diterapkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu revolusi besar dalam sistem tunjangan guru di Indonesia.

Saat Ini Masih Cair Triwulan Tahun Depan Diupayakan Bulanan

Dalam pidatonya, Menteri Pendidikan menegaskan bahwa pencairan TPG masih dilakukan tiga bulan sekali atau per triwulan.

Baca Juga: Bocor! Keretakan Gus Yahya Gus Ipul Ternyata Gara-Gara Berebut Investor Tambang 26 Ribu Hektare, Bukan Masalah Organisasi

Namun pemerintah berkomitmen meningkatkan layanan dengan mengalihkan pencairan menjadi per bulan mulai tahun depan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang mendorong percepatan pencairan tunjangan agar lebih stabil bagi guru.

Sistem bulanan dinilai lebih adil karena aliran pendapatan menjadi lebih teratur.

Kebijakan ini juga meniru pola pencairan tunjangan guru di Kementerian Agama yang sudah lebih dulu menerapkan skema bulanan.

Guru berharap skema baru ini mampu mengatasi keterlambatan dan ketidakpastian pencairan yang sering terjadi selama sistem triwulan berjalan.

TPG Non ASN dan ASN Sudah Direformasi Pemerintah Lanjutkan Peningkatan Kesejahteraan

Menteri Pendidikan juga mengungkap capaian besar terkait peningkatan kesejahteraan guru.

Tunjangan untuk guru non ASN yang sebelumnya jauh lebih rendah kini sudah dinaikkan menjadi Rp2 juta per bulan sesuai janji Presiden.

Baca Juga: Gangguan Makan Tak Lagi Sepele, Waspadai Tanda-Tanda Eating Disorder yang Sering Terabaikan

Sementara itu, tunjangan guru ASN sudah setara dengan gaji pokok dan kini ditransfer langsung tanpa perantara.

Reformasi ini disebut sebagai fondasi utama untuk membawa kesejahteraan guru ke level yang lebih baik.

Dengan skema bulanan yang sedang disiapkan, pemerintah berharap stabilitas ekonomi guru semakin terjaga.

Baca Juga: Bandara Siluman di Morowali Bikin Geger, Jokowi: Saya Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP!

Kebijakan ini dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah memperbaiki ekosistem pendidikan nasional.

PPG Dibuka untuk 808.865 Guru Sertifikasi Diharapkan Terbit Tahun Depan

Selain isu pencairan TPG, pemerintah juga mengumumkan pembukaan PPG bagi 808.865 guru di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bandara Siluman di Morowali Bikin Geger, Jokowi: Saya Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP!

Jumlah ini merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan PPG.

Guru yang telah mengikuti PPG tahun ini diharapkan dapat menerima sertifikasi pada tahun berikutnya selama memenuhi semua syarat yang ditetapkan.

Hal ini menjadi momentum besar bagi guru honorer dan non ASN yang sudah lama menantikan peluang sertifikasi.

Dengan bertambahnya jumlah guru bersertifikat, peluang pencairan TPG bulanan akan semakin berdampak luas.

Pemerintah menyatakan bahwa peningkatan kapasitas guru tetap menjadi prioritas utama.

12.500 Guru Dapat Beasiswa RPL untuk Menyelesaikan S1 Tahun 2026 Bertambah 150.000 Guru

Pemerintah juga meluncurkan program besar untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru.

Tahun ini, 12.500 guru mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau yang didanai sepenuhnya oleh negara dengan beasiswa Rp3 juta per semester.

Baca Juga: Harapan Baru Tenaga Honorer! Skema PPPK Paruh Waktu Dirombak, Peluang Full-Time Semakin Nyata

Tahun depan, jumlah penerima beasiswa meningkat drastis menjadi lebih dari 150.000 guru.

Ini berarti dalam dua tahun, lebih dari 162.500 guru akan mendapatkan gelar sarjana.

Ketika memenuhi kualifikasi S1, guru berpeluang mengikuti PPG dan akhirnya memperoleh sertifikasi.

Baca Juga: Viral! Dua Hari Terjebak Banjir, 100 Siswa dan Guru di Aceh Baru Bisa Diselamatkan Basarnas

Sertifikasi inilah yang akan membuka pintu untuk menerima TPG secara reguler termasuk jika skema bulanan telah berjalan.

Program Revitalisasi Sekolah dan Pelatihan Guru Terus Diperluas

Selain fokus pada tunjangan, pemerintah juga mempercepat digitalisasi dan revitalisasi sekolah.

Hingga akhir tahun ini, lebih dari 16.175 satuan pendidikan dipastikan selesai direvitalisasi.

Program pelatihan guru juga diperluas mulai dari pembelajaran mendalam, coding dan AI, pelatihan STEM, hingga pelatihan kepemimpinan kepala sekolah.

Tahun depan, pemerintah juga mulai mempersiapkan guru bahasa Inggris untuk menghadapi kurikulum baru 2027 yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib kelas 3 SD.

Semua program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Skema tunjangan bulanan diharapkan melengkapi upaya peningkatan kompetensi ini.

TPG Bulanan Kini Semakin Dekat Guru Diminta Bersiap

Pernyataan Menteri Pendidikan menjadi sinyal kuat bahwa pencairan TPG bulanan bukan lagi wacana, melainkan program yang sedang dipersiapkan.

Tahun depan menjadi target awal realisasi skema baru ini bergantung pada kesiapan sistem dan koordinasi regulasi.

Guru diminta memastikan data Dapodik, Info GTK, dan administrasi lain tetap valid agar tidak tertinggal saat mekanisme baru diterapkan.

Dengan pencairan bulanan, kesejahteraan guru diharapkan meningkat lebih stabil dan merata.

Jika seluruh persiapan berjalan baik, 2026 akan menjadi tahun bersejarah bagi penyaluran TPG di Indonesia.***