POJOKSATU.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP sederajat tahun 2026 menuai sorotan.
Banyak siswa mengaku kaget karena soal yang diujikan terasa berbeda dari yang mereka pelajari saat simulasi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun angkat bicara. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, membenarkan bahwa soal TKA memang tidak dibuat sama persis dengan yang ada di simulasi.
"Seperti katakan Pak Menteri (Mendikdasmen), enggak mungkin juga soal yang sudah ada di simulasi kok diujikan lagi di ujian hari H, itu kan namanya cuma mengingat niat kembali soal gitu ya," kata Rahmawati di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Bedah Soal UTBK SNBT 2026: Contoh Soal, Pembahasan Lengkap, dan Strategi Belajar Efektif
Jenis Soal Sama, Tapi Dikemas Berbeda
Meski tidak identik, Rahmawati menegaskan bahwa jenis soal yang diujikan sebenarnya tetap sama dengan yang ada di laman simulasi. Perbedaannya terletak pada bentuk dan konteks soal yang telah dimodifikasi.
Artinya, konsep dasar yang diuji tidak berubah, tetapi cara penyajiannya dibuat lebih variatif agar mengukur pemahaman siswa secara lebih mendalam.
Siswa Merasa Sulit karena Tidak Familiar
Rahmawati juga menjelaskan alasan di balik keluhan siswa yang menganggap soal TKA lebih sulit. Salah satu penyebabnya adalah konteks soal yang dianggap kurang familiar dengan kehidupan sehari-hari siswa.
"Kalau di simulasi mungkin yang kita tanyakan adalah kombinasi harga dari X dan Y, di mana X dan Y itu adalah sebuah barang, misalnya alat tulis," ujarnya.
Baca Juga: Gagal SNBP? Jangan Minder, Kartu SNBP Kamu Bisa Jadi Tiket Emas Beasiswa Hingga 100% di UBSI
"Tetapi ketika di TKA, kami menggunakan masalah yang nuansanya sudah bukan tentang harga barang alat tulis lagi, tapi tentang misalnya bagaimana perbandingan antara besaran suatu wilayah A dengan wilayah B," lanjut dia.
Perubahan konteks inilah yang membuat siswa perlu berpikir lebih dalam, bukan sekadar mengingat pola soal.
Perlu Pembiasaan dalam Pembelajaran
Lebih lanjut, Rahmawati menilai bahwa sistem pembelajaran ke depan perlu lebih menekankan pada penggunaan konsep, terutama matematika, dalam berbagai situasi nyata.
Menurutnya, siswa harus dibiasakan menghadapi soal dengan beragam konteks agar tidak kaget saat ujian berlangsung.
Baca Juga: Terbaru, Contoh Soal TKA Matematika SMP 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
"Nah, mungkin pembiasaan untuk menggunakan konsep matematika di dalam beragam konteks masalah dunia nyata, itu yang mungkin perlu lebih didorong di dalam pembelajaran sehingga siswa tidak kaget dan tidak terkejut," jelas Rahmawati.
Perbedaan antara simulasi dan soal ujian ini memang jadi pelajaran penting. Bukan hanya soal kesiapan siswa, tapi juga bagaimana sistem pendidikan mendorong pemahaman, bukan sekadar hafalan. ***




