POJOKSATU.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menegaskan, bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun 2026 bukanlah tes berbasis hafalan.

Keterangan terkait  TKA SD/MI dan SMP/MTs tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @pusmendik. 

Dalam kebijakan asesmen terbaru ini, TKA dirancang untuk mengukur capaian kompetensi siswa secara lebih mendalam, terutama dalam aspek pemahaman, penalaran, dan kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga: Pengumuman Resmi Beasiswa Semercu 2026 Universitas Mercu Buana, Ini Arti Status Lulus dan Cara Klaimnya

Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, TKA hanya mencakup dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. 

Meski mata pelajarannya terbatas, karakter soal justru dibuat lebih kontekstual dan menuntut siswa memahami persoalan secara utuh.

Sebagai asesmen yang lebih adaptif, TKA tidak lagi menilai seberapa banyak siswa menghafal materi. 

Soal-soal disusun agar peserta mampu menganalisis informasi, mengevaluasi konteks, serta memberikan jawaban berdasarkan stimulus yang disajikan.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA, ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS Teknik Pertambangan, Ini Syarat Lengkapnya

Struktur Soal TKA SD–SMP

Secara umum, soal TKA jenjang SD/MI dan SMP/MTs terbagi ke dalam dua struktur utama.

Soal tunggal merupakan soal yang berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan soal lain. Peserta cukup memahami satu informasi dan menjawab satu pertanyaan yang tersedia.

Sementara itu, soal grup adalah kumpulan beberapa soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama. 

Stimulus tersebut bisa berupa teks bacaan, grafik, tabel, ilustrasi, atau data tertentu. Peserta harus memahami stimulus secara menyeluruh sebelum menjawab rangkaian pertanyaan.

Baca Juga: Dosen Unri Kembangkan Mobile Infusion Bag, Inovasi Infus Portabel Tingkatkan Kenyamanan Pasien

Bentuk Soal TKA yang Wajib Dipahami Siswa

Dalam pelaksanaan TKA, terdapat tiga bentuk soal utama yang perlu dikuasai peserta didik, yakni:

  1. Pilihan Ganda Sederhana

    Bentuk soal ini hanya memiliki satu jawaban benar. Peserta diminta memilih satu opsi yang paling tepat sesuai dengan pertanyaan. Umumnya, soal ini mengukur pemahaman dasar, kemampuan membaca informasi, serta ketepatan dalam menarik kesimpulan sederhana.

  2. Pilihan Ganda Kompleks (Multiple Choice Multiple Answers/MCMA)

    Pada bentuk ini, terdapat kemungkinan lebih dari satu jawaban benar. Peserta harus memilih semua opsi yang sesuai dengan pernyataan atau konteks soal. Soal jenis ini menuntut ketelitian, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi dan stimulus.

  3. Pilihan Ganda Kompleks Model Kategori

    Bentuk soal ini menyajikan beberapa pernyataan yang harus dinilai satu per satu. Peserta biasanya diminta memilih kategori seperti Benar atau Salah, Sesuai atau Tidak Sesuai.

    Model ini menguji kemampuan analisis siswa dalam menilai berbagai informasi dalam satu konteks secara objektif.

Baca Juga: Dosen UGM Kembangkan Alat Deteksi Cepat Keamanan dan Keaslian Pangan, Uji Cuma Hitungan Detik

Dengan mengenali struktur dan bentuk soal tersebut, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri secara lebih matang dalam menghadapi TKA SD/MI dan SMP/MTs 2026.

Asesmen ini bukan sekadar ujian, tetapi cerminan cara belajar yang menekankan pemahaman, nalar, dan kesiapan menghadapi tantangan ke depan. ***