POJOKSATU.id — Jauh di tengah Samudra Pasifik Selatan, ada satu titik di Bumi yang begitu terpencil hingga hampir tak tersentuh manusia.
Titik ini dikenal sebagai Point Nemo, atau secara ilmiah disebut Oceanic Pole of Inaccessibility, yakni titik paling jauh dari daratan mana pun di dunia.
Lokasinya berada di koordinat 48°52.6′ Lintang Selatan dan 123°23.6′ Bujur Barat.
Baca Juga: Single Salary Berlaku 2026, Gaji Guru ASN Bisa Tembus Rp22 Juta per Bulan?
Nama “Nemo” sendiri diambil dari tokoh fiksi terkenal Kapten Nemo dalam novel Twenty Thousand Leagues Under the Sea karya Jules Verne, seorang pelaut misterius yang menjelajahi dasar laut dengan kapal Nautilus.
Point Nemo berjarak sekitar 2.688 kilometer dari daratan terdekat di tiga arah, yaitu Pulau Ducie (Kepulauan Pitcairn) di utara, Pulau Motu Nui (dekat Pulau Paskah) di timur, dan Pulau Maher di selatan dekat Antartika.
Titik ini sangat jauh dari aktivitas manusia. Oleh sebab itu, kawasan ini hampir mustahil dijangkau tanpa peralatan navigasi canggih.
Baca Juga: Prabowo Tunda Keberangkatan ke Australia Demi Pimpin Rapat Khusus di Halim
Faktanya, para astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) justru sering kali menjadi manusia “terdekat” dengan Point Nemo ketika melintas di atasnya karena tak ada satu pun manusia yang hidup di bawah sana.
Sejak tahun 1970-an, wilayah ini resmi dijadikan kuburan antariksa dunia.
Banyak badan antariksa seperti NASA, Roscosmos, hingga ESA memilih Point Nemo sebagai tempat “pemakaman” satelit, roket, dan stasiun luar angkasa yang sudah tidak berfungsi.
Baca Juga: Guru Harap-Harap Cemas, Kemenkeu Sebut Cuma Daerah Ini yang Dapat TPG 100 Persen dalam THR!
Alasannya sederhana, tetapi penting. Pertama, lokasinya sangat terpencil sehingga puing-puing yang jatuh tak akan membahayakan manusia.
Kedua, kedalaman lautnya mencapai 4.000 meter, membuat puing-puing langsung tenggelam ke dasar tanpa merusak ekosistem.
Beberapa objek terkenal yang “dimakamkan” di Point Nemo antara lain Stasiun Luar Angkasa Mir milik Rusia yang jatuh pada tahun 2001, serta ratusan satelit dan wahana antariksa dari berbagai negara.
Baca Juga: Bupati Saepul Bahri Tinjau Layanan Publik Keliling di Sindangpanon, Warga Antusias
Tidak hanya sunyi dari manusia, kawasan sekitar Point Nemo juga hampir tidak memiliki kehidupan laut kompleks.
Point Nemo jauh dari arus nutrisi dan sinar matahari, makanya wilayah itu disebut sebagai laut paling steril di Bumi.
Hanya beberapa jenis mikroorganisme ekstrem yang mampu bertahan hidup di sana.
Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Cara Praktis Cek TPG Triwulan 4 Sudah Cair atau Belum
Tak heran jika para ilmuwan menyebut Point Nemo sebagai simbol isolasi absolut, tempat di mana kesunyian benar-benar nyata.
Meski terpencil, Point Nemo tetap menyimpan jejak peradaban manusia.
Di dasar lautnya, bersemayam sisa-sisa perjalanan teknologi luar angkasa, seperti potongan roket, satelit, hingga bagian stasiun luar angkasa.
Baca Juga: Naik Rp100 Ribu per Bulan, Begini Skema Tambahan Tunjangan untuk Guru Non ASN di 2026
Semua menjadi saksi bisu ambisi manusia menembus batas langit dan lautan.
Di satu sisi, Point Nemo adalah lambang kemajuan teknologi. Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa tak ada tempat di Bumi yang benar-benar bebas dari sentuhan manusia.***




