POJOKSATU.id, DOKTER dan Influencer dr. Tirta Mandira Hudhi membahas soal serba serbi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Ini setelah dirinya dipertanyakan mengapa mengambil S2 MBA dan tidak melanjutkan dokter spesialis.

dr Tirta menjelaskan untuk menjalani PPDS harus memperhatikan tiga hal yaitu, finansial, otak/pendidikan dan kesiapan mental.

"Pertama finansial, karena selama lima tahun kalian tidak digaji, jadi harus survive dulu menyediakan tabungan untuk sanggup bertahan selama lima tahun," jelasnya dikutip dari postingan video di Instagram-nya, Rabu, 17 April 2024.

Baca Juga: Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Resmi Dibuka Hari Ini, Ini Cara Daftar, Jadwal, Materi Ujian, Biaya serta 59 Pilihan Kampus

Dan, kalau beruntung, bisa mendaftar beasiswa semacam Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk meringan biaya PPDS.

Hal kedua adalah soal otak atau pendidikan yang harus siap selama PPDS. "Kalau soal ujian, otak, saya berani diadu," sambungnya.

Hal ketiga adalah kesiapan mental. Ini karena dalam pendidikan dokter spesialis, jam kerjanya luar biasa tingg.

"Juga butuh kedisiplinan tinggi dan di beberapa unit masih ada senioritas. Saya mendoakan teman-teman yang sekarang menempuh pendidikan spesialis untuk tetap bertahan. Karena pendidikan spesialis tidak untuk sembarang orang," ungkapnya.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Honorer: Info Terbaru Penetapan NI PPPK 2021-2023 dan Pemutakhiran Data Non ASN, Pemda Kena Semprot

Selain harus memiliki uang, otak dan mental, dr Tirta juga menyarankan bagi yang menjalani PPDS dan terserang depresi atau stres karena tekanan yang tinggi, untuk segera ditangani.

"Semoga cepat selesai, dapat ditangani oleh universitas terkait sehingga bisa sembuh dan bisa kembali beraktivitas untuk menempuh pendidikan. Jika terjadi bullying semoga ini segera diberantas," tuturnya.

Dia juga mengingatkan PPDS memiliki batas usia yang rata-rata pada range 35-40 tahun. Dan, untuk menjadi dokter spesialis itu tidak instan tapi jalannya maraton.

Dijelaskannya untuk masuk kedokteran harus pendidikan S1 selama 3,5 tahun. Kemudian Koas selama 1,5 tahun hingga 2 tahun. Selanjutnya mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Baca Juga: Daftar Beasiswa dari Kampus UGM sepanjang 2024, Simak Syarat dan Besarannya

"Setelah lulus internship selama setahun, ini wajib dilakukan kalau ingin mendapatkan gelar atau sumpah dokter, jangka waktunya 5,5 atau 6,5 tahun. Kalau ada uang anda langsung dokter spesialis selmaa lima tahun tidak digaji. Kalau beruntung anda bisa mendapatkan LPDP," bebernya.

Nah, dr Tirta menjelaskan mengapa dirinya tidak mengambil dokter spesialis karena orang tuanya hanya mampu menyekolahkannya sampai dokter umum hingga dia fokus ke bisnis.

"Alasan mengapa ngambil MBA di ITB karena sesuai keseharian dan pekerjaan saya di bidang managerial atau bisnis development," terangnya.

Dia mengaku dihadapkan pada dua pilihan. "Karena saya sudah S2, saya daftar spesialis atau S3. Daftar S3 itu daftarnya biayanya tinggi," sebutnya.

Baca Juga: Mantan Idol Member Grup YPDA Diculik dan Diancam Bunuh, Diduga Didalangi Manajernya

dr Tirta menuntaskan postingannya dengan menekankan pentingnya pendidikan. "Kenapa sekolah penting, karena untuk meningkatkan softskill ketika bekerja," pungkasnya. ***