POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Muladi meninjau langsung kegiatan Program Kedisiplinan yang melibatkan pelajar tingkat SMP di Purwakarta di markas Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha pada Sabtu (4/5) siang.

Pada peninjauan tersebut Dedi Mulyadi menyaksikan pelajar sedang belajar baris berbaris di bawah pelatihan anggota TNI.

Ia juga mengecek langsung kesediaan makanan bergizi untuk peserta.

Menurut Dedy, program ini bertujuan membentuk kedisiplinan anak sejak dini sekaligus menjadi efek kejut bagi siswa lain yang kerap membuat pelanggaran.

Dedi menyatakan orang tua yang mengikut sertakan anak mereka memberikan respon yang positif terkait kegiatan ini.

"Ya, saya termasuk dan Pak Bupati Purwakarta dan bupati-bupati lain, Walikota seluruh Jawa Barat hari ini sudah mempersiapkan sanggup menangani dengan bekerja sama dengan TNI," kata Dedi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji yang Lebih Manusiawi di Bandara Soetta

"Nah, bicara persoalan TNI, TNI itu kan mendidik anak-anak itu bukan baru. Paskibraka itu dididik oleh TNI. Paskibraka loh. Nah, kemudian ada SMA namanya SMA Tarunan Nusantara yang melahirkan orang-orang hebat," lanjutnya.

Dedi mengatakan bahwa cara tersebut efektif mengurangi pelajar nakal yang sering nongkrong.

"Yang paling utama begini deh, ada yang disebut dengan efek kejut. Nah, isu anak-anak yang nakal dibawa ke barak TNI itu mikan efek kejut pada anak-anak yang biasa nakal yang belum dijari," ujarnya

"Coba lihat tempat nongkrong sudah bersih sekarang," pungkas Dedi.***