POJOKSATU.ID - Lima mahasiswa IPB yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) SaPapua, melakukan kegiatan pengabdian bersama Yayasan Alirena di Sekolah Anak Indonesia (SAI).
Keberhasilan program dapat diukur dari keberlanjutan program setelah kegiatan selesai. Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah dengan memberikan pembekalan program kepada mitra melalui Training of Triner (ToT).
Tim SaPapua berkoordinasi dengan Kepala Yayasan Alirena, Yuliana Allo Layuk di SAI untuk menggelar kegiatan ToT pada Jumat (31/5) kepada 10 guru SAI. Para guru bertugas sebagai pembimbing dan pengajar di sekolah yang ada di Yayasan Alirena.
Baca Juga: Link Download Contoh Aksi Nyata Modul 1 Prinsip Pengajaran dan Asesmen (Umum) Topik 2 PPG Tertentu
Metode pembelajaran kepada anak menggunakan Pengkajian Budaya Papua dan Modernisasi (PBPM) yang berbasis kontekstualisasi budaya. Hal ini membuat para guru harus menyesuaikan kebutuhan anak dalam mengajar.
Oleh karena itu, kegiatan ToT yang diberikan oleh Tim SaPapua yakni mengenai sistem pendidikan logoterapi berbasis pendekatan Attitudinal, Experiential, dan Creative values yang tepat untuk diberikan kepada para guru SAI.
Wirayudha selaku anggota tim PKM-PM IPB University menjelaskan bahwa kegiatan ToT merupakan salah satu bagian upaya mendukung keberlanjutan program.
Baca Juga: Komunitas Gensmart Ajak Gen Z Bernostalgia dengan Nonton Bareng Film Rossa 25th Shining Years
ToT ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru SAI agar dapat menerapkan pembelajaran yang mampu mendukung anak anak Papua dalam menganalisis relitas hidup, potensi diri, dan masalah konflik di daerahnya agar anak dapat menciptakan ide solutif untuk memajukan
Papua.
“Program SaPapua merupakan program unik dengan sistem pendidikan logoterapi yang dibuat untuk penguatan nilai makna hidup anak korban konflik Papua di SAI terkait dengan motivasi dan potensi diri anak. Program ini menciptakan sistem pembelajaran yang aktif serta kreatif dengan menggunakan pendekatan attitudinal, experiential, dan creative values” tutur Wira.
Kegiatan ToT ini diisi dengan materi cara memahami karakter pembelajar,teknik dan startegi pembelajaran, pengaruh motivasi anak, dan tentunya mengajar dengan melibatkan attitudinal, experiential, dan creative values anak.
Tidak hanya itu, guru juga diberikan kesempatan untuk sharing sesion terkait keresahan yang dialami selama mengajar anak-anak Papua untuk menjadi bahan diskusi bersama dan menemukan solusi mengatasi keresahan tersebut.
Kegiatan ToT yang digagas oleh tim PKM-PM SaPapua ini didampingi oleh Dr. Yusalina, M.Si., yakni dosen dari Departemen Agribisnis sekaligus Asisten Direktur Kesejahteraan Mahasiswa IPB University. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Ibu Kepala Yayasan Alirena, Yuliana Allo Layuk, S.Psi. yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.
“Inisiatif dan inovasi yang luar biasa dari mahasiswa IPB University dalam menciptakan program SaPapua. Saya yakin ini bisa dikolaborasikan dengan pilar pilar nilai kurikulum PBPM. Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Tim PKM SaPapua yang telah memberikan pemahaman terkait sistem pendidikan logoterapi berdasarkan attitudinal, experiential, dan creative values dan mendorong para pembina untuk bisa menciptakan suasana pembelajaran yang sesuai kebutuan anak,” tutur Dionesius Agung Monca, selaku Kepala Koordinator SMA SAI.
Selain itu, salah satu pembina memberikan masukan kepada tim PKM-PM IPB University terkait penyelenggaraan kegiatan ini.
“Antusias anak terhadap Program SaPapua sangat tinggi dan para guru juga aktif dalam melakukan pendampingan program. Namun, penyelenggaran kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali karena masih ada beberapa konsep sistem pendidikan logoterapi yang perlu dibahas lebih lanjut,” ujar Dorma salah satu guru.
Tentunya, tim PKM-PM IPB University pun sangat berterimakasih kepada semua pihak terutama Yayasan Alirena yang sudah mendukung dan bersedia menjadi mitra pengabdian Tim PKM-PM IPB University. Harapannya, program-program yang dirancang dapat terus dilaksanakan dan bermanfaat bagi mitra di Sekolah Anak Indonesia.***



