POJOKSATU.id - Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Pada ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025, mereka berhasil meraih gelar Juara Umum yang menjadi kemenangan kedelapan bagi UGM sejak mengikuti kompetisi bergengsi ini.
Kompetisi berlangsung pada 16–20 Oktober 2025 di Lanud Sutan Sjahrir, Padang, dengan Universitas Andalas sebagai tuan rumah. Kemenangan ini semakin menegaskan posisi Gamaforce sebagai salah satu tim riset kedirgantaraan terbaik di Indonesia.
Baca Juga: Jadwal dan Tahapan SNBP dan SNBT 2026, Siswa Kelas 12 Wajib Catat!
Raih Juara di Tiga Kategori Lomba
Dalam KRTI 2025, Gamaforce UGM sukses mendominasi tiga kategori utama, yakni:
- Juara 1 Fixed Wing oleh tim Fiachra Aeromapper
- Juara 1 Vertical Take Off Landing (VTOL) oleh tim Gadjah Mada Fighting Copter
Baca Juga: CEK Besaran Gaji Pensiunan PNS Golongan IV yang Cair di Bulan November 2025!
- Juara 1 Long Endurance and Low Altitude (LELA) oleh tim Virachakra
Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan tim dalam menguasai berbagai teknologi pesawat tanpa awak (UAV) dengan spesifikasi dan tantangan berbeda.
Perjuangan Panjang dan Totalitas Tim
Ketua Umum Gamaforce UGM 2025, Adam Ampu Tua Siahaan, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim sejak awal tahun.
Baca Juga: Beasiswa PPTI BCA 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Peluang Emas Bagi Calon Ahli IT Muda
“Sudah dari awal tahun kami mulai riset, mulai proses pembuatan UAV, latihan, pokoknya totalitas banget dari awal. Semua subtim kerja keras dari awal tahun, riset non-stop, latihan non-stop, semuanya bekerja keras untuk kompetisi ini,” ujarnya, Selasa (28/10).
Adam menuturkan, keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja tim teknis, tetapi juga dukungan tim non-teknis yang berperan penting di balik layar—mulai dari urusan administrasi, penyusunan timeline riset, hingga mencari sponsor.
Tahun ini, mereka bahkan menghadapi tantangan besar terkait efisiensi dana kampus dan ketidakpastian jadwal kompetisi akibat dinamika kebijakan nasional.
Baca Juga: Rahasia Jawab Pertanyaan Gaji di Wawancara! Biar Tetap Keren dan Profesional
Hadapi Tantangan dengan Strategi Latihan Intensif
Meski sukses besar, perjalanan Gamaforce tidak lepas dari tantangan teknis. Dalam dunia UAV, kata Adam, banyak faktor di luar kendali yang dapat memengaruhi performa pesawat.
“Gangguan sinyal, perubahan cuaca, atau komponen yang mendadak rusak bisa jadi tantangan besar. Karena itu kami fokus pada latihan sebanyak mungkin agar lebih siap menghadapi hal-hal tak terduga,” jelasnya.
Menurutnya, kunci utama kemenangan adalah konsistensi latihan dan fokus pada peningkatan performa tim sendiri, bukan pada persaingan dengan universitas lain.
Baca Juga: Dijebak HRD Saat Interview? Begini Cara Menjawab dengan Elegan!
Sinergi dan Dukungan Penuh UGM
Tim Gamaforce UGM beranggotakan 127 mahasiswa dari berbagai jurusan.
Meskipun tidak semua berangkat ke Padang, seluruh anggota memiliki peran penting dalam pengembangan UAV mereka. Dukungan dosen pembimbing, departemen, fakultas, dan universitas juga menjadi faktor penting di balik kesuksesan tim.
“Gelar juara ini adalah hasil kolaborasi luar biasa antar-disiplin ilmu di UGM. Kami bersyukur atas dukungan penuh dari kampus dan semua pihak yang mempercayai kemampuan kami,” pungkas Adam.
Baca Juga: Buka Lowongan, ITB Perpanjang Pendaftaran Calon Dosen Tidak Tetap hingga 9 November 2025
Dengan prestasi gemilang ini, Gamaforce UGM sekali lagi membuktikan diri sebagai pelopor inovasi dan riset teknologi kedirgantaraan di Indonesia. ***




