POJOKSATU.id - PPPK 2024 tahap 1 dan 2 membuka peluang besar bagi tenaga Non ASN database BKN.
Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini ada total 1.79.051 tenaga non ASN yang masuk dalam database BKN.
Dari total tersebut, 1.345.346 dinyatakan lolos pada PPPK 2024 tahap 1.
Sementara itu 40.272 dinyatakan TMS tahap 1, dan ada 164.498 yang mendaftarkan diri di PPPK 2024 tahap 2.
Dari total 1.79.051 tenaga non ASN yang masuk dalam database BKN ternyata hanya 1.684.293 yang melamar pada seleksi PPPK 2024 tahap 1 dan juga 2.
Baca Juga: SIMAK! Jadwal dan Cara Cek Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap 2
Padahal dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 dijelaskan pemerintah tidak boleh lagi mengeluarkan gaji bagi tenaga Non ASN.
Pemerintah boleh mengeluarkan gaji dengan tiga syarat khusus seperti yang tertuang dalam Surat Menteri PANRB No.B/5993/M.SM.01.00/2024.
Tiga syarat tersebut di antaranya adalah:
a. PPK menganggarkan gaji bagi tenaga non ASN yang sedang mengikuti pengadaan ASN tahun 2024.
b. Gaji dianggarkan sampai diangkat menjadi ASN.
c. Anggaran eksisting non ASN tetap disediakan untuk membayar PPPK Paruh Waktu (pembayaran PPPK Paruh Waktu di luar belanja pegawai).
Pemerintah yang melanggar aturan Undang Undang maka akan terkena sanksi.
Lantas bagaimana nasib tenaga non ASN dalam database BKN yang belum terserap di PPPK 2024 tahap 1 dan 2?
Prof Zudan Arif, Kepala BKN memberikan pencerahan terkait hal tersebut.
Ia mengatakan bahwa tenaga non ASN dalam database BKN yang belum terserap pada PPPK 2024 tahap 1 dan 2 akan dialihkan dalam kebijakan pengadaan PPPK Paruh Waktu.
"Para non ASN database BKN yang belum terakodiir dalam seleksi PPPK tahap 1 dan 2 akan dilaihkan dalam kebijakan pengadaan PPPK Paruh Waktu," ujarnya.
Prof Zudan Arif mengingatkan seluruh instansi pemerintah untuk tidak lagi mengangkat tenaga honorer.
Baca Juga: WAJIB TAHU! BKN Umumkan Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK 2024 Tahap II Bagi Tenaga Non ASN
"Saya juga mengingatkan agar instansi pemerintah tidak lagi mengangkan tenaga honorer dan sejenisnya. Kami minta komitmen seluruh PPK instansi pemerintah untuk menaati dan menjalankan amanat UU ASN ini secara bersama-sama," pungkasnya.
Sementara itu perlu diketahui untuk system penggajian PPPK Paruh Waktu.
Dijelaskan dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025 bahwa PPPK Paruh Waktu diberikan gaji yang besarannya disamakan seperti saat menjadi tenaga honorer atau disesuaikan dengan upah minimum yang berlaku.
Berikut ini daftar UMP 2025 di seluruh wilayah Indonesia:
1. UMP 2025 DKI Jakarta Rp5.396.760
2. UMP 2025 Jawa Barat Rp2.191.232
3. UMP 2025 Jawa Tengah Rp2.169.348
4. UMP 2025 Jawa Timur Rp2.305.984
5. UMP 2025 Banten Rp2.905.119
6. UMP 2025 Daerah Istimewa Yogyakarta Rp2.264.080
7. UMP 2025 Kalimantan Utara Rp3.580.160
8. UMP 2025 Kalimantan Timur Rp3.579.313
9. UMP 2025 Kalimantan Selatan Rp3.496.194
13. UMP 2025 Sulawesi Tenggara Rp3.073.551
14. UMP 2025 Sulawesi Tengah Rp2.914.583
15. UMP 2025 Sulawesi Selatan Rp3.657.527
16. UMP 2025 Sulawesi Utara Rp3.775.425
17. UMP 2025 Gorontalo Rp3.221.731
18. UMP 2025 Sumatera Barat Rp2.994.193
19. UMP 2025 Sumatera Utara Rp2.992.559
20. UMP 2025 Sumatera Selatan Rp3.681.570
21. UMP 2025 Aceh dari Rp3.460.672 Rp3.685.615
23. UMP 2025 Lampung Rp2.893.069
Baca Juga: PR Pemerintah untuk Serap 400 Ribu Tenaga Non-ASN, MenPAN-RB Minta Kerjasama Pemerintah Daerah
24. UMP 2025 Bengkulu Rp2.670.039
25. UMP 2025 Jambi Rp3.234.533
26. UMP 2025 Kepulauan Riau Rp3.623.653
27. UMP 2025 Kepulauan Bangka Belitung Rp3.876.600
28. UMP 2025 Bali Rp2.996.560
29. UMP 2025 Nusa Tenggara Barat Rp2.602.931
30. UMP 2025Nusa Tenggara Timur Rp2.328.969
31. UMP 2025 Maluku Utara Rp3.408.000
32. UMP 2025 Maluku Rp3.141.699
33. UMP 2025 Papua Rp4.285.847
34. UMP 2025 Papua Barat Rp3.613.545
35. UMP 2025 Papua Tengah Rp4.285.847
36. UMP 2025 Papua Pegunungan Rp4.285.847
37. UMP 2025 Papua Barat Daya Rp4.285.847
38. UMP 2025 Papua Selatan Rp4.285.847
***



