POJOKSATU.id — Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Pemerintah memastikan tunjangan hari raya (THR) tahun 2026 untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri sudah disiapkan.

Total anggarannya tidak main-main, mencapai Rp55 triliun.

Rencananya, THR ini akan mulai disalurkan pada awal Ramadhan. Artinya, para ASN dan aparat negara bisa sedikit bernapas lega saat memasuki bulan puasa.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Cair Tanpa Validasi Info GTK? Mekanisme Terbaru TPG 2026 dan Dampaknya

"Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tau tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan." ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Ucapan itu memberi sinyal bahwa pencairan THR tidak akan molor jauh dari awal Ramadhan.

Biasanya, momen ini memang dinanti karena kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat menjelang Lebaran.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemegang Paspor Indonesia Kini Bisa Jelajahi 88 Negara Tanpa Visa

Bukan Sekadar THR, Tapi Jaga Ekonomi
Menariknya, pencairan THR bukan hanya soal bagi-bagi tunjangan.

Pemerintah juga memanfaatkannya sebagai strategi menjaga daya beli masyarakat.

Pada triwulan I 2026, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp809 triliun.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemegang Paspor Indonesia Kini Bisa Jelajahi 88 Negara Tanpa Visa

Di dalam angka itu sudah termasuk THR, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.

Pemerintah berharap, belanja yang digelontorkan di awal tahun bisa menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap kencang.

"Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen," ujar Purbaya.

Baca Juga: 265 Guru Honorer Terancam Dirumahkan karena Regulasi Dapodik, Ini Masalah Data yang Jarang Dibahas dan Cara Menghindarinya

Kalau target itu tercapai, Indonesia bisa keluar dari pola pertumbuhan yang selama ini berkisar di angka 5 persen.

Konsumsi Naik, Investasi Dikebut
Ramadhan, Imlek, hingga Idul Fitri diyakini akan mendorong konsumsi rumah tangga.

Ditambah lagi kebijakan Work From Anywhere (WFA), perputaran uang di masyarakat diprediksi makin terasa.

Dari sisi investasi, pemerintah juga mempercepat pembangunan 30 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) senilai Rp90 triliun. Selain itu, ada pembangunan 190 ribu unit rumah, baik komersial maupun subsidi, dengan anggaran Rp20 triliun.

Baca Juga: Badan Guru Nasional Menguat, DPR Bahas Prioritas RUU Perlindungan Guru, Apa Dampaknya bagi Sertifikasi, Honorer, dan Status Kepegawaian?

Belum lagi proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun. Jika dijumlahkan, dorongan investasi langsung yang sudah teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.

Dengan kombinasi THR, belanja negara, dan proyek investasi besar, pemerintah optimistis ekonomi 2026 tetap tumbuh kuat.

Bagi ASN dan aparat negara, yang terpenting tentu satu: THR cair tepat waktu, Ramadhan pun terasa lebih tenang. ***