POJOKSATU.id – Waktu ternyata menjadi lawan paling berat bagi banyak peserta tes substantif PPG Prajabatan 2025.
Dalam ujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi calon guru ini, banyak peserta mengaku gagal menyelesaikan seluruh soal karena waktu yang terbatas.
“Harus sering lihat waktu, jangan terlalu enjoy ngerjain. Banyak yang waktu habis padahal masih banyak soal yang belum keisi,” tulis salah satu peserta di media sosial Tiktok, memberi peringatan bagi peserta lain yang akan menjalani ujian serupa.
Baca Juga: Magang Kemenpar 2026 Dibuka untuk Lulusan SMA hingga S1, Ini 23 Posisi yang Tersedia
Tes substantif PPG memang bukan sekadar uji kemampuan akademik, tapi juga mengukur bagaimana calon guru berpikir cepat, menganalisis teks, dan mengolah data numerik di bawah tekanan waktu.
Durasi Singkat, Soal Panjang
Waktu pengerjaan bagian literasi dan numerasi hanya sekitar 30–60 menit dengan jumlah soal berkisar 15–30 butir.
Itu berarti setiap soal idealnya diselesaikan dalam kurang dari dua menit.
Faktanya, sebagian besar peserta mengaku kesulitan menyesuaikan kecepatan membaca dan berpikir dengan durasi yang singkat.
“Soalnya tidak terlalu sulit, tapi panjang dan butuh fokus. Kadang satu soal bisa satu paragraf sendiri,” ungkap Hesti, salah satu peserta PPG asal Tasikmalaya.
Selain itu, karena sistem ujian menggunakan Computer Assisted Test (CAT), tidak ada waktu tambahan setelah durasi habis.
Ketika waktu berakhir, sistem otomatis menutup akses jawaban, membuat peserta yang belum sempat menekan tombol “submit” kehilangan poin.
Literasi dan Numerasi, Ujian Dasar Calon Guru
Bagian literasi dan numerasi dalam tes substantif PPG dirancang untuk menilai kemampuan dasar seorang calon guru, memahami bacaan, menganalisis konteks, serta menyelesaikan masalah berbasis data dan angka.
Materi literasi mencakup pemahaman teks, interpretasi informasi, dan penalaran logis.
Sementara numerasi menguji konsep matematika sederhana dalam kehidupan nyata, seperti perbandingan, proporsi, atau grafik data.
Baca Juga: Acep Jamhuri Minta Kemenag Turun Tangan Selesaikan Dualisme Pengurus DKM Masjid Agung Karawang
Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah menekankan bahwa dua aspek ini adalah fondasi utama kompetensi pedagogik guru abad ke-21, kemampuan membaca kritis dan berpikir numerik adaptif.
Namun, waktu yang terbatas sering kali membuat peserta tidak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Bukan karena tidak bisa, tapi karena belum terlatih menghadapi ujian dengan manajemen waktu yang baik.
Mengapa Banyak Peserta Kehabisan Waktu?
Beberapa faktor yang paling sering disebut peserta antara lain:
Tidak terbiasa mengerjakan soal panjang di bawah tekanan waktu.
Baca Juga: Kisruh di TUK UMSU! Jadwal Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 Tiba-Tiba Berubah Tanpa Pemberitahuan
Terlalu lama membaca konteks soal, padahal poin pentingnya bisa dipahami lewat scanning cepat.
Kurang latihan dengan simulasi waktu asli.
Fokus pada akurasi, bukan efisiensi.
Strategi Agar Tak Kalah oleh Waktu
Untuk peserta yang akan mengikuti tes substantif berikutnya, beberapa strategi bisa diterapkan agar tidak kembali “tersandung durasi”:
1. Latihan dengan Simulasi Waktu Asli
Cobalah mengerjakan soal latihan literasi dan numerasi dengan timer. Gunakan pola 2 menit per soal untuk membiasakan ritme cepat.
Baca Juga: Acep Jamhuri Minta Kemenag Turun Tangan Selesaikan Dualisme Pengurus DKM Masjid Agung Karawang
2. Baca Cepat, Tangkap Inti
Gunakan teknik skimming (membaca cepat untuk menangkap ide utama) dan scanning (mencari data spesifik).
Jangan membaca setiap kata.
Baca Juga: Bikin Heboh! Nenek di Jakbar Belanja Pakai Uang Palsu, Tapi Ceritanya Bikin Kasihan
3. Tandai Soal Sulit, Lanjutkan ke Soal Berikutnya
Jika sebuah soal terasa rumit, jangan terpaku.
Tandai, lanjutkan ke soal lain, dan kembali jika waktu memungkinkan.
4. Kelola Mental dan Fokus
Ujian dengan tekanan waktu menuntut ketenangan.
Latih konsentrasi dengan latihan singkat tapi intensif setiap hari menjelang ujian.
5. Gunakan Pola "Jawab Cepat, Cek Ulang"
Gunakan 80 persen waktu untuk menjawab semua soal, sisakan 20 persen untuk memeriksa kembali.
Pola ini efektif dalam ujian berbasis komputer.
Suara Peserta, “Yang Bikin Deg-degan Itu Waktunya!”
Beberapa peserta PPG yang telah menjalani ujian di berbagai LPTK mengungkapkan pengalaman serupa:
“Deg-degan banget karena waktunya berjalan cepat sekali. Padahal baru soal ke-10, tiba-tiba sudah tinggal 5 menit,” kata Novi, peserta dari Bogor kepada Pojoksatu Kamis (13/11/2025).
“Saya sempat panik waktu sistem sudah hitung mundur. Jadi pelajaran, latihan manajemen waktu itu wajib,” tambahnya.
Persiapan Jadi Kunci
Dalam konteks seleksi calon guru nasional, waktu bukan sekadar angka di layar.
Ia mencerminkan disiplin, fokus, dan kesiapan profesional.
Jika calon guru mampu mengatur waktu dalam ujian, besar kemungkinan mereka juga bisa mengatur waktu dalam kelas, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini.***




