POJOKSATU.id - Rencana pelaksanaan tes CPNS khusus AMOR di Kabupaten Mimika akhirnya memasuki tahap akhir.
Program afirmasi yang dirancang pemerintah daerah ini memberikan prioritas besar bagi putra-putri asli suku Amungme dan Kamoro.
Dengan alokasi kuota yang mencapai 80 persen sesuai instruksi langsung Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Pelajar di Serang Berujung Kecelakaan, Pemicu Diduga Tuduhan Tak Berdasar
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat lokal yang selama ini menantikan kejelasan peluang formasi CPNS di wilayahnya.
Berdasarkan penjelasan pemerintah daerah, tes CPNS khusus AMOR akan digelar pada 2025 dengan total formasi yang disiapkan mencapai 219 posisi.
Sementara itu, jumlah peserta yang diperkirakan mengikuti seleksi mencapai lebih dari 600 orang.
Hal ini membuat persaingan semakin ketat sehingga persiapan menjadi kunci utama.
Baca Juga: Ramai Roy Suryo Tidak Ditahan, Pakar KUHAP Jelaskan Aturan Penahanan
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, “Tahun 2025 ini sudah saya umumkan kuota khusus CPNS untuk anak-anak Amungme dan Kamoro sebesar 80 persen"
"Serta 20 persen untuk putra-putri yang lahir dan besar di Timika,” tambah Johannes Rettob dikutip dari Fajar Papua pada 17 November 2025.
Kuota Afirmasi 80 Persen, Prioritas untuk Masyarakat Adat
Kebijakan afirmasi ini disusun sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat adat Amungme dan Kamoro yang selama ini menjadi pemilik hak ulayat di wilayah Mimika.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Tanggal Terbit SKTP Menjadi Penentu Utama Pencairan TPG Guru!
Dengan kuota 80 persen, pelaksanaan seleksi tahun 2025 menjadi salah satu porsi formasi terbesar untuk komunitas lokal di Papua.
Sementara itu, kuota 20 persen diberikan kepada warga yang lahir dan besar di Timika.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi mereka yang telah lama berdomisili dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Pemkab Mimika menyebut bahwa kebijakan tersebut sudah melalui proses konsultasi dengan BKN dan KemenPAN-RB, dan kini berada dalam proses finalisasi Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan hukum pelaksanaan seleksi.
Baca Juga: VoiceLib, Inovasi Alih Teks ke Audio di UM untuk Bantu Layanan Inklusif
Regulasi Siap Disahkan, Tahapan Tes Menunggu Pengumuman Resmi
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh proses administrasi, termasuk penyusunan Perbup, sedang memasuki tahap final.
Regulasi ini nantinya akan mengatur seluruh aspek seleksi, mulai dari syarat administrasi, jenis ujian, hingga mekanisme afirmasi bagi peserta AMOR.
Meski belum ada jadwal resmi dari pemerintah pusat, Bupati Mimika menekankan bahwa peserta tidak boleh menunggu hingga pengumuman keluar untuk mulai mempersiapkan diri.
Ia menegaskan bahwa persiapan tes, terutama tes kompetensi dasar (TKD), harus dimulai sejak sekarang.
600 Peserta Berebut 219 Kursi, Persaingan Dipastikan Ketat
Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 600 orang, peluang lolos bagi peserta AMOR tetap membutuhkan usaha maksimal.
Pemkab Mimika memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi tetap mengikuti standar nasional, termasuk penggunaan sistem CAT (Computer Assisted Test).
Walaupun afirmasi diberikan, kompetensi tetap menjadi syarat utama kelulusan.
Peserta AMOR tetap wajib memenuhi passing grade, kecuali jika ada kebijakan afirmasi tambahan dari pemerintah pusat.
Dampak bagi PPPK, Peluang di Tahun Berikutnya
Meski fokus seleksi ini adalah CPNS, pemerintah daerah juga mengisyaratkan bahwa kebijakan afirmasi AMOR ke depannya dapat berpengaruh pada penyusunan formasi PPPK.
Terutama bagi tenaga pendidikan dan kesehatan.
Mekanisme detailnya akan menunggu arahan pemerintah pusat dan evaluasi pelaksanaan CPNS afirmasi 2025.
Pelaksanaan tes CPNS khusus AMOR tahun 2025 bukan hanya sekadar seleksi aparatur negara.
Baca Juga: Penyidik KPK Diduga Hambat Pemanggilan Bobby Nasution, Ada Apa di Balik Diamnya KPK?
Tetapi juga langkah penting memperkuat representasi masyarakat adat dalam pemerintahan daerah.
Dengan formasi terbatas dan antusiasme peserta yang cukup besar, persiapan matang menjadi kunci utama untuk bersaing dalam seleksi afirmasi ini.***




