POJOKSATU.id - Pengumuman kelulusan PPPK guru 2023 memang belum dirilis. Tapi bagaimana nasib guru honorer tidak lulus selksi PPPK 2023?
Seperti diketahui, pengumuman kelulusan PPPK guru 2023 diperpanjang dari jadwal semula.
Hal itu tertuang dalam Surat Edaran BKN atau Badan Kepegawaian Negara atau SE BKN Nomor 13497/B-KS.04.01/SD/D/2023 tertanggal 15 Desember 2023.
Di sisi lain, jadwal pengisian DRH PPPK atau daftar riwayat hidup dan usulan penetapan NI PPPK (nomor induk) tetap tidak berubah.
Yakni pada 16 Desember 2023 sampai 14 Januari 2024 dan 15 Januari sampai 13 Februari 2024.
Seperti diketahui bersama, jumlah peserta pelamar PPPK 2023 sangat banyak.
Baca Juga: 12 Tahun Menunggu, Akhirnya Tunjangan Inpassing 98.972 Guru Madrasah Bukan ASN, Cair Desember Ini
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara atau BKN, total ada 2,4 juta lebih jumlah peserta pelamar seleksi PPPK 2023.
Tepatnya 2.409.882 peserta pelamar yang melakukan pendaftaran seleksi CPNS 2023 dan PPPK 2023 melalui laman SSCASN.
Mayoritas dari total pendaftar tersebut, tercatat melamar pada formasi CPNS sebanyak 945.404 orang.
Terbanyak kedua adalah peserta pelamar formasi PPPK dengan rincian:
- Pelamar PPPK Teknis: 637.313
- Pelamar PPPK Guru: 439.020
- Pelamar PPPK Tenaga Kesehatan (Nakes): 388.145
Nah, berdasarkan data BKN tersebut jumlah pelamar PPPK guru 2023 adalah terbanyak kedua.
Yang perlu diketahui lagi bahwa dari jumlah pelamar PPPK guru 2023 didominasi oleh guru honorer.
Dipastikan pula bahwa dari jumlah tersebut tidak semua peserta pelamar seleksi PPPK guru 2023 akan dinyatakan lulus.
Lalu bagaimana nasib guru honorer tidak lulus seleksi PPPK 2023?
Baca Juga: Izin Lokasi Dibatalkan Sepihak, Anies Baswedan Minta Jajaran Daerah Tak Mempersulit Paslon
Apakah seleksi PPPK 2024 mendatang akan memberikan keberuntungan lebih besar kepada guru honorer?
Ruang Talenta untuk Guru
Untuk mengatasi permasalah pengangkatan guru honorer dari PPPK, salah satu yang dilakukan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuat program Ruang Talenta untuk Guru.
Ruang Talenta untuk Guru merupakn program pengumpulan data nasional mengenai guru dan tenaga pendidikan yang berbasis digital dan dikembangkan secara independen.
Baca Juga: Menggali Lebih Dalam Sleeping Mask untuk Kulit yang Tampak Bercahaya
Program ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan guru di luar periode rekrutmen atau dalam situasi-situasi khusus.
Dengan program ini, maka proses rekrutmen guru dapat dilakukan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Ruang Talenta untuk Guru juga berfungsi untuk memastikan distribusi kebutuhan guru secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Ada yang Baru Nih! Rekomendasi 5 Tempat Wisata Paling Populer di Surabaya
Distribusi tersebut disesuaikan secara proporsional dengan kebutuhan yang ada.
Ada 3 jenis guru yang jadi sumber daya untuk program ini, sebagai berikut:
- Guru honorer yang telah lulus seleksi
- Lulusan dari pendidikan rofesi guru Prajabatan (PPG Prajab)
- Calon guru yang akan menjadi ASN
Karena sifatnya yang fleksibel, ketika pemerintah daerah membutuhkan guru saat itu juga, tidak perlu menunggu proses rekrutmen tahun selanjutnya.
Semisal ketika ada guru yang pindah atau mutasi, mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Maka pemda setempat hanya perlu mengakses Ruang Talenta untuk Guru.
Baca Juga: Angin Segar Untuk Indonesia, PT Pindad Siap Produksi Roket RHAN 122B
Di situ, pemda bisa melihat dan mencari langsung guru yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan.
Melalui Ruang Talenta untuk Guru, telah terkonfirmasi bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri secara nasional mencapai 2.161.791 orang.
Nasib Guru Honorer Tidak Lulus Seleksi PPPK 2023
Di sisi lain, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas membawa kabar gembira untuk guru honorer tidak lulusa seleksi PPPK 2023.
Menteri Anas mengungkap bahwa seleksi PPPK 2024 mendatang tetap memprioritaskan honorer K2 dan non K-2 atau tenaga non ASN.
Baca Juga: Mengangkat Tema Mekar dan Mengakar, Festival Film Bogor 2023 Sukses Diselenggarakan
Selain itu pemerintah juga memastikan tetap membuka seleksi CPNS 2024.
Bahkan kuota untuk talenta-talenta digital dipastikan jauh lebih banyak ketimbang seleksi PPPK 2023.
Demikian juga untuk para fresh graduate atau lulusan baru.
"Pengadaan CASN 2024 diprioritaskan untuk tenaga non-ASN, termasuk honorer K2. Fresh graduate juga mendapatkan porsi banyak," kata Menteri Anas, dikutip Pojoksatu.id 19 Desember 2023.
Untuk arah kebijakan pemenuhan ASN pada 2024 juga masih diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar.
Yakni guru dan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan lainnya.
Proyeksi kebutuhan ASN 2024 diperuntukkan bagi instansi pusat, daerah, dan lulusan sekolah kedinasan.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata di Akhir Tahun 2023, Air Terjun Andawe Konawe Punya Keunikan Tersendiri
Anas juga mengungkap bahwa salah satu fokus pengadaan CASN tahun 2024 adalah pemerataan guru di daerah 3T.
Daerah 3T yang dimaksud Menteri Anas adalah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Bahkan kepada guru honorer di daerah 3T juga akan diberikan peluang lebih besar diangkat jadi PPPK.
"Pemerintah juga akan memberi afirmasi bagi guru honorer yang telah mengabdi di daerah 3T agar bisa diakomodasi menjadi PPPK," bebernya.
Baca Juga: Viral Pesepakbola Naturalisasi Liga Indonesia Tampar Pemuda, Siap- siap Polisi Sudah Turun Tangan
Menteri Anas juga telah melaporkan kepada Presiden Jokowi terkait dengan penyelesaian tenaga non ASN.
Anas mengungkapkan rekrutmen CASN 2024 menyasar 1,6 juta honorer yang masih perlu diakomodasi.
Inilah proyeksi sisa tenaga non ASN termasuk eks-THK2 dan dari rekrutmen yang telah berjalan sampai 2023.
Baca Juga: Pesona Keindahan Kampung Bajo Wakatobi, Rumah di Atas Laut
Anas berharap dalam waktu dekat ada kebijakan untuk menangani penataan tenaga non ASN.
Beberapa alternatif solusi sudah disampaikan Menteri Anas kepada Presiden Joko Widodo.
Kebijakan rekrutmen pada 2024 diharapkan mengurangi sedapat mungkin jabatan yang akan terdampak transformasi digital.
Untuk rekrutmen ASN yang mengutamakan talenta-talenta digital, berfokus menciptakan nilai tambah ekonomi.
"Arah rekrutmen ASN talenta digital ini untuk berfokus pada menciptakan nilai tambah ekonomi," beber MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas.
Demikian informasi terkait artikel berjudul Terungkap Nasib Guru Honorer Tidak Lulus Seleksi PPPK 2023, Ini Jawaban yang Ditunggu-tunggu. Semoga bermanfaat.***




