POJOKSATU.id – Bagi siswa SMA/sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan dengan prospek karier di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang agraria, pertanahan, penataan ruang, hingga pemetaan untuk mendukung pembangunan nasional.
Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tersebut terus meningkat seiring berkembangnya pembangunan di Indonesia.
"Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah.
Bidang-bidang tersebut menjadi fokus pembelajaran yang kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional," ujar Sri Yanti Achmad di Gedung Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini.
Empat Jurusan di Politeknik Agraria STPN
Saat ini, Politeknik Agraria STPN memiliki empat program studi jenjang Sarjana Terapan yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja di bidang pertanahan dan tata ruang, yaitu:
-
Sarjana Terapan Pertanahan.
-
Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.
-
Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan.
-
Sarjana Terapan Survei, Pemetaan, dan Informasi Pertanahan.
Baca Juga: Cek 4 Rekomendasi Laptop untuk Pelajar 2026, Performa Andal untuk Belajar hingga Kelas Online
Keempat program studi tersebut membekali taruna dengan kemampuan administrasi pertanahan, hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, survei, pemetaan, hingga pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan berbasis teknologi.
Fokus pada Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang
Sri Yanti menjelaskan, Politeknik Agraria STPN memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan perguruan tinggi lainnya karena secara khusus berfokus pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan teori, praktik lapangan, serta pemanfaatan teknologi geospasial sehingga lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif dalam mendukung penyelenggaraan kebijakan agraria dan layanan pertanahan modern.
Hal tersebut menjadi penting mengingat kebutuhan tenaga profesional di bidang pertanahan terus berkembang, mulai dari pelayanan sertifikasi tanah, penataan ruang, reforma agraria, hingga pembangunan infrastruktur nasional.
Pendidikan Berasrama untuk Membentuk Karakter Taruna
Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan teknis, Politeknik Agraria STPN juga menerapkan sistem pendidikan berasrama.
Melalui sistem tersebut, taruna tidak hanya dilatih menguasai keterampilan di bidang pertanahan, tetapi juga dibentuk menjadi lulusan yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.
"Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau hard skill, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria," jelas Sri Yanti.
Baca Juga: BMKG Ungkap Es Abadi Papua Tinggal Hitungan Bulan, Indonesia Terancam Kehilangan Warisan Langka
Prospek Lulusan dan Cara Mendapatkan Informasi Pendaftaran
Lulusan Politeknik Agraria STPN memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan urusan agraria, pertanahan, penataan ruang, survei, dan pemetaan.
Selain berpeluang berkarier sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kompetensi tersebut juga relevan untuk berbagai sektor yang bergerak di bidang geospasial, pemetaan, tata ruang, hingga pengelolaan pertanahan.
Bagi siswa kelas XII SMA/sederajat yang ingin mengetahui proses penerimaan taruna baru, persyaratan, tahapan seleksi, maupun jadwal pendaftaran terbaru, informasi resmi dapat diakses melalui situs Politeknik Agraria STPN di https://stpn.ac.id serta akun media sosial resmi kampus.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi Indonesia Tak Menuju Krisis, APBN Disebut Tetap Sehat
Politeknik Agraria STPN menjadi salah satu sekolah kedinasan yang menawarkan peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pengelolaan pertanahan, tata ruang, dan informasi geospasial yang semakin dibutuhkan di masa depan. ***




