POJOKSATU.id, TEGAL -- Mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University dari kelompok Tegal KAB06 menghadirkan sebuah terobosan di bidang peternakan melalui program Parmensi (Pakan Fermentasi Bernutrisi).
Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dengan menggali potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, yaitu limbah pertanian berupa batang dan daun jagung.
Parmensi menjadi inovasi pakan ternak yang dihasilkan melalui proses fermentasi sederhana dengan bahan utama limbah hijauan pertanian. Proses ini melibatkan pencampuran bahan-bahan lokal seperti dedak, molase, EM4, dan air, kemudian difermentasi dalam wadah tertutup selama beberapa hari.
Baca Juga: FAKTA SAINS : Pelangi di Malam Hari Itu Nyata! Kenali Moonbow, Pengertian hingga Proses Terjadinya
Hasil akhir dari fermentasi ini adalah pakan yang memiliki aroma khas, mudah disimpan, bernutrisi tinggi, dan tahan lama. Pakan ini menjadi alternatif ideal, khususnya ketika peternak menghadapi kekurangan hijauan di musim kemarau atau keterbatasan waktu saat hari-hari sibuk.
Kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan Parmensi dilakukan di Balai Desa Kedungjati dengan pendekatan partisipatif. Para mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat pakan fermentasi, komposisi bahan, proses pembuatannya, serta cara penyimpanan yang benar agar kualitas pakan tetap terjaga.
Para peternak juga diberikan kesempatan untuk ikut langsung dalam proses pembuatan Parmensi, dari pencampuran bahan hingga tahap akhir pengemasan dan penyimpanan fermentasi.
Respons dari masyarakat sangat positif. Sejumlah peternak mengaku baru pertama kali mengenal konsep fermentasi pakan ini.
“Biasanya daun dan batang jagung hanya dibiarkan atau dibakar. Ternyata bisa diolah jadi pakan. Ini jelas menguntungkan karena bisa menghemat biaya dan tidak perlu tiap hari cari rumput,” kata Slamet, salah satu peternak.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, mahasiswa menyerahkan contoh produk Parmensi kepada kelompok peternak serta membagikan buku panduan yang menjelaskan komposisi bahan serta langkah-langkah pembuatan Parmensi.
Beberapa peternak mulai mencoba memberikan Parmensi kepada kambing mereka. Hasil awal menunjukkan bahwa kambing mulai mencicipi pakan tersebut, meskipun masih dalam tahap adaptasi.
Hal ini menjadi indikasi positif bahwa Parmensi memiliki potensi diterima oleh ternak, terutama jika diberikan secara bertahap hingga ternak terbiasa.
Program Parmensi bukan hanya menjawab persoalan keterbatasan pakan hijauan, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang murah dan mudah didapat.
Melalui inovasi ini, diharapkan peternak Desa Kedungjati dapat meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan pakan serta mewujudkan sistem peternakan yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.***



