POJOKSATU.id – Banyak mahasiswa, dosen, maupun peneliti masih beranggapan bahwa publikasi jurnal ilmiah hanya bisa dilakukan setelah melakukan riset atau penelitian lapangan. Padahal, anggapan ini keliru, lho.
Faktanya, jurnal ilmiah tidak hanya menerima artikel hasil penelitian, tetapi juga tulisan lain yang berbasis analisis literatur, ulasan buku, bahkan opini ilmiah.
Jadi, bagi siapa pun yang ingin membangun rekam jejak akademik, ada banyak jalan menuju publikasi.
Baca Juga: Wagub Banten Tekankan SDM Profesional Jadi Kunci Sukses Koperasi Merah Putih
Publikasi di jurnal bisa menjadi langkah penting untuk memperluas dampak keilmuan seseorang.
Tapi sebelum mulai menulis, penting banget tahu jenis-jenis artikel ilmiah yang bisa dikirim ke jurnal. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
1. Artikel Penelitian (Original Research Article)
Jenis ini adalah yang paling populer dan sering dijumpai. Isinya berupa laporan lengkap penelitian empiris yang telah dilakukan oleh penulis.
Baca Juga: Tes Kemampuan Akademik di SLB Berjalan Lancar, Siswa Disabilitas Antusias Ikuti Ujian
Struktur artikel biasanya menggunakan format IMRaD (Introduction, Methods, Result, and Discussion).
Jadi, penulis menjelaskan latar belakang masalah, metode penelitian, hasil, dan pembahasan secara rinci. Artikel ini menjadi bukti nyata kontribusi penulis terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Contoh: Watkins, J. D., Williams, T. F., Martin, D. A., Hogan, M. D., & Anderson, E. (1967). A study of diabetic patients at home. American Journal of Public Health and the Nations Health, 57(3), 452–459. https://doi.org/10.2105/ajph.57.3.452
2. Artikel Ulasan (Review Article)
Jenis artikel ini sering disebut Systematic Literature Review (SLR).
Isinya berupa rangkuman dan analisis dari berbagai penelitian terdahulu mengenai satu topik tertentu.
Artikel ulasan berguna untuk menyajikan peta riset di bidang tertentu, mengidentifikasi celah penelitian, dan memberikan arah bagi penelitian selanjutnya.
Jenis ini sangat diminati di jurnal-jurnal bereputasi karena membantu pembaca memahami perkembangan isu ilmiah.
Contoh: Khoerunnisa, U., Sari, Y. P., & Kartika, D. (2023). Systematic Literature Review Tentang Kinerja Keuangan Perbankan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 20(2), 27–45. https://doi.org/10.21831/jep.v20i2.64318
3. Artikel Studi Kasus (Case Study Article)
Artikel ini membahas satu kasus nyata secara mendalam dan kontekstual.
Baca Juga: Jangan Sampai Keliru! Begini Rumus 16 Digit NIK dan Cara Mudah Mengingatnya
Biasanya digunakan untuk menggali fenomena spesifik pada individu, kelompok, organisasi, atau peristiwa tertentu.
Artikel studi kasus cocok untuk bidang ilmu sosial, pendidikan, kesehatan, hingga manajemen.
Penulis menggali data kualitatif dan menjabarkan temuan yang bisa memberi pelajaran berharga bagi peneliti lain.
Baca Juga: Kuota Haji 2026 RI Resmi Ditentukan! Cek Rincian per Provinsi dan Cara Daftar
Contoh: Jannah, M., & Lasari, Y. L. (2023). Studi Kasus Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas VI Sekolah Dasar. Diniyah: Jurnal Pendidikan Dasar, 32–42. https://doi.org/10.31332/dy.v4i1.556
4. Artikel Ulasan Buku (Book Review Article)
Sama seperti resensi di media massa, tapi ditulis dengan pendekatan ilmiah dan analitis.
Isinya adalah penilaian kritis terhadap buku ilmiah seperti buku ajar, monograf, atau referensi.
Baca Juga: Atap SMKN Gunung Putri Roboh Akibat Pohon Tumbang, Disdik Jabar Perintahkan Mitigasi Cuaca Esktrem
Artikel ulasan buku menilai keunggulan dan kelemahan buku, relevansi isi terhadap perkembangan ilmu, serta kontribusinya bagi pembaca akademik.
Contoh: Mulyana, A. (2017). Resensi Buku Aspek Hukum Sewa Rahim dalam Perspektif Hukum Indonesia. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 3(2), 249–255. https://jurnal.unsur.ac.id/jhmj/article/view/260
5. Artikel Opini Ilmiah atau Perspektif (Perspective, Opinion, Commentary)
Artikel ini berisi analisis dan interpretasi penulis terhadap isu ilmiah tertentu.
Bedanya dengan opini umum di media massa, artikel ini disusun berdasarkan teori dan bukti ilmiah yang relevan.
Biasanya ditulis oleh ahli di bidang tertentu untuk memberi pandangan baru terhadap suatu fenomena.
Contoh: Zaman, I. B. (2024). Perspektif Filsafat Ilmu dalam Psikologi Industri dan Organisasi: Membangun Pemahaman Mendalam Terhadap Manusia Dalam Dunia Kerja. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(12).
Baca Juga: Inovatif! Mahasiswa Unpad Kembangkan Patch Anti-Aging dari Alga Merah dan Buah Merah
6. Artikel Metodologi (Methodology Article)
Jenis ini jarang ditulis tapi punya nilai tinggi. Fokusnya adalah pengembangan, pembahasan, atau evaluasi terhadap metode penelitian tertentu.
Artikel metodologi penting bagi peneliti karena memperkaya pendekatan riset di bidangnya.
Contoh: Sahadewa, N. W., & Wahyudi, I. (2023). Pengembangan Metode Penelitian Kefilsafatan Kritis Konstruktif. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 268–275. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i2.58019
7. Artikel Komunikasi Singkat (Short Communication)
Artikel ini berisi temuan penting yang disampaikan secara ringkas dan padat.
Biasanya digunakan untuk melaporkan hasil awal penelitian atau penemuan unik yang belum sempat diuji lebih jauh.
Baca Juga: Siswa SLB Antusias Ikuti Tes Kemampuan Akademik, Bukti Semangat Belajar Tanpa Batas
Contoh: Renye, J. A., Somkuti, G. A., Van Hekken, D. L., & Guerrero Prieto, V. M. (2011). Short Communication: Characterization of Microflora in Mexican Chihuahua Cheese. Journal of Dairy Science, 94(7), 3311–3315.
Masih banyak jenis artikel ilmiah lain yang dapat diterbitkan, seperti technical note, editorial article, atau response article.
Baca Juga: Siap-Siap! Magang Hub Batch 2 Segera Dibuka, Kuota Melonjak Jadi 80 Ribu Peserta
Semua punya karakteristik dan tujuan berbeda, tapi sama-sama memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan.
Menulis artikel ilmiah bukan cuma soal eksperimen, tapi juga cara kita ikut membangun peta ilmu dan menyuarakan gagasan. ***




