POJOKSATU.id - Banyak masyarakat yang selama ini mengira bahwa rekrutmen PPPK Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat 2025 terbuka untuk semua warga negara, termasuk pelamar non-ASN.
Namun, kenyataannya berbeda jauh dari yang dibayangkan.
Pendaftaran PPPK Sekolah Rakyat ternyata tidak dapat diikuti oleh pelamar non-ASN.
Termasuk fresh graduate maupun tenaga honorer yang belum pernah memiliki Nomor Induk PPPK Paruh Waktu.
Temuan ini sontak mengejutkan banyak calon pelamar yang sejak awal menunggu kesempatan untuk ikut bergabung dalam program Sekolah Rakyat.
Pasalnya, formasi PPPK Tendik yang dibuka mencapai 3.003 posisi, membuat publik mengira bahwa rekrutmen ini bersifat terbuka seperti seleksi PPPK pada umumnya.
Baca Juga: Fakta Resmi! PP 11/2025 dan PMK 23/2025 Jadi Dasar Tambahan TPG THR 100 Persen untuk Guru!
Namun persyaratan khusus Kemensos justru mengerucut pada satu kategori pelamar saja.
Aturan pembatasan ini merujuk pada persyaratan resmi yang tertuang dalam dokumen rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat.
Artinya, hanya pelamar dengan status tertentu yang berhak mengikuti seleksi, bukan pelamar umum.
Hanya PPPK Paruh Waktu yang Bisa Mendaftar
Pelamar yang diperbolehkan mengikuti seleksi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025 adalah mereka yang sudah berstatus PPPK Paruh Waktu.
Bukan Non-ASN, bukan fresh graduate, dan bukan tenaga swasta.
“Berdasarkan persyaratan, pelamar hanya dapat mengikuti seleksi adalah PPPK Paruh Waktu di instansi pemerintah yang telah ditetapkan Nomor Induk PPPK Paruh Waktu,” dikutip dari Tirto pada 4 Desember 2025.
Dengan adanya persyaratan tersebut, peluang bagi masyarakat umum atau tenaga honorer yang belum memiliki status PPPK Paruh Waktu menjadi tertutup.
Seleksi ini pada akhirnya tidak bersifat terbuka untuk publik luas seperti yang diperkirakan awalnya.
Baca Juga: Terkuak! Tugas PPPK Tendik Sekolah Rakyat Ternyata Lebih Kompleks dari Guru Biasa
Mengapa Non-ASN Tidak Bisa Daftar?
Beberapa alasan yang diungkap melalui rangkuman persyaratan adalah:
1. Skema PPPK Paruh Waktu Milik Kemensos
Program Sekolah Rakyat berada langsung di bawah Kementerian Sosial.
Banyak posisi Tenaga Kependidikan yang dibutuhkan bersifat berkelanjutan dan telah diisi tenaga paruh waktu sebelumnya.
Karena itu, rekrutmen 2025 difokuskan untuk penetapan kembali status atau peningkatan status PPPK paruh waktu tersebut.
Baca Juga: Mayoritas Cair Akhir Tahun, Benarkah TPG THR 2025 Juga Turun di Desember? Cek Faktanya
2. Seleksi Bersifat Internal & Terbatas
Tidak seperti seleksi PPPK nasional, formasi Sekolah Rakyat 2025 lebih mirip rekrutmen lanjutan bagi tenaga yang sudah terdaftar dalam sistem.
Non-ASN tidak termasuk dalam kategori tersebut.
3. Keselarasan dengan Struktur Kepegawaian Instansi
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama dengan sistem operasional khas Kemensos.
Banyak jabatan seperti wali asuh, wali asrama, operator sekolah, hingga pengelola layanan operasional memerlukan tenaga yang sudah memahami prosedur internal.
Konsekuensi Bagi Pelamar Non-ASN
Informasi ini membuat banyak calon pelamar non-ASN perlu menyesuaikan ekspektasi.
Sekalipun formasi PPPK Sekolah Rakyat tampak besar, ternyata tidak dapat diikuti oleh publik luas.
Pelamar non-ASN yang ingin berkarier di lingkungan Kemensos harus menunggu formasi yang memang terbuka umum atau rekrutmen lain yang tidak mensyaratkan status PPPK paruh waktu.
Ini menjelaskan mengapa pada beberapa platform media sosial banyak calon pelamar menyatakan kebingungan terhadap persyaratan.
Setelah adanya penjelasan ini, publik akhirnya mendapatkan kejelasan yang selama ini dipertanyakan.
Apa Selanjutnya?
Bagi Non-ASN yang tetap berminat bergabung ke dunia pendidikan sosial atau layanan Kemensos, disarankan untuk:
- Memantau pengumuman resmi Kemensos untuk jalur rekrutmen umum.
- Mengikuti seleksi PPPK nasional pada instansi lain yang tidak mensyaratkan status tertentu.
- Memperkuat kompetensi sesuai kebutuhan formasi tenaga pendidikan, sosial, maupun administrasi.
Baca Juga: Komisi IV Meledak! Titiek Soeharto Tegur Keras Menhut soal Kayu Gelondongan
Dengan demikian, pelamar bisa tetap mempersiapkan diri untuk peluang berikutnya tanpa terjebak informasi yang keliru.***




