POJOKSATU.id – Program Pendidikan Profesi Guru atau PPG Guru Tertentu dikenal padat tugas dan perkuliahan daring yang menuntut kedisiplinan tinggi.
Tak sedikit peserta mengaku kelelahan karena harus menatap layar seharian.
Memeriksa LMS hingga larut malam, dan menghadapi tenggat tugas yang datang bertubi-tubi.
Baca Juga: Uang Rp1.000 Jadi Rp1, Apakah Harga Barang Ikut Naik Atau Malah Turun?
Fenomena ini menandai satu hal penting, guru juga butuh jeda digital.
Ketika Guru PPG Mulai Kehilangan Energi
Paparan layar berjam-jam tanpa jeda memengaruhi hormon kortisol dan dopamin, dua elemen penting yang menjaga semangat dan motivasi belajar.
Jika dibiarkan, kelelahan digital bukan hanya menurunkan performa akademik, tetapi juga mengikis rasa percaya diri guru dalam proses belajar.
Apa Itu Jeda Digital
Jeda digital bukan berarti memutus hubungan dari teknologi sepenuhnya, melainkan memberi ruang bagi otak dan mata untuk istirahat dari notifikasi, tugas daring, dan tekanan akademik.
Konsep ini membuktikan bahwa istirahat digital terencana selama 15 hingga 30 menit setiap tiga jam dapat meningkatkan fokus hingga 40 persen dan menurunkan stres kronis.
Strategi 1 – Atur Zona Bebas Gawai
Tentukan waktu dan ruang yang benar-benar bebas dari gadget, misalnya satu jam setelah magrib atau area meja makan di rumah.
Selama waktu itu, jauhkan ponsel dan laptop dari jangkauan.
Langkah kecil ini membantu otak beristirahat dan memulihkan perhatian yang terkuras akibat multitasking digital.
Strategi 2 – Terapkan Pomodoro Digital
Gunakan pola 50:10, yaitu belajar fokus selama 50 menit kemudian istirahat 10 menit tanpa menatap layar.
Baca Juga: Healing atau Cuma Kabur? Hati-Hati, Bisa Jadi Belum Benar-Benar Pulih
Gunakan waktu jeda untuk peregangan ringan, berjalan kecil, atau meneguk air putih.
Metode sederhana ini sudah banyak digunakan oleh dosen pembimbing PPG untuk mencegah kelelahan visual dan menjaga fokus.
Strategi 3 – Detoks Media Sosial Sementara
Matikan notifikasi media sosial selama jam belajar atau saat mengerjakan tugas.
Penelitian menunjukkan bahwa suara notifikasi saja cukup meningkatkan detak jantung dan mengganggu konsentrasi.
Manfaatkan fitur Focus Mode di ponsel agar hanya pesan penting yang tetap masuk selama jam belajar.
Strategi 4 – Prioritaskan Tidur dan Hidrasi
Kelelahan digital sering membuat guru menunda tidur dan lupa minum air.
Padahal tidur cukup 7 hingga 8 jam per malam dan minum air setiap 30 menit menjaga fungsi otak tetap optimal.
Istirahat yang cukup bukan kemewahan, tetapi bagian penting dari strategi bertahan di sistem pembelajaran daring yang intensif.
Strategi 5 – Koneksi Sosial di Dunia Nyata
Gunakan akhir pekan untuk bertemu keluarga atau rekan guru secara langsung.
Baca Juga: Guru PPG Wajib Tahu! 5 Cara Mindfulness Efektif Atasi Stres Menjelang Tes Substantif
Interaksi tatap muka membantu otak menghasilkan hormon oksitosin, yang menurunkan stres dan meningkatkan rasa bahagia.
Ingat, hubungan sosial nyata jauh lebih menyembuhkan dibanding scrolling tanpa arah di media sosial.
Mengapa Jeda Digital Wajib Bagi Guru PPG
Meningkatkan produktivitas karena otak yang segar memproses informasi lebih cepat.
Baca Juga: Dari Ponsel Jadi Penghasilan! Strategi UMKM Maksimalkan Tools Gratis
Menurunkan stres akademik dan mencegah kelelahan emosional.
Menjaga kesehatan mata, postur tubuh, dan kualitas tidur.
Serta meningkatkan keseimbangan sosial dan spiritual di tengah padatnya tuntutan belajar daring.
Guru yang mampu menjaga keseimbangan digital dan emosional cenderung lebih kreatif, tangguh, dan berdaya tahan tinggi dalam menghadapi tekanan akademik.
Tips Praktis
Gunakan fitur Night Shift untuk mengurangi paparan cahaya biru dari layar.
Hindari mengerjakan tugas lebih dari dua jam tanpa berdiri.
Tempelkan catatan jadwal istirahat digital di dinding belajar sebagai pengingat.
Baca Juga: Magang Nasional Batch 2, Reputasi Kampus Pengaruhi Besar Peluang Diterima? Ini Faktanya!
Sediakan waktu offline reflection, menulis jurnal singkat sebelum tidur untuk melepaskan stres.
Gunakan alarm lembut, bukan notifikasi keras, untuk menandai waktu jeda belajar.
Menjadi guru profesional bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan menjaga diri tetap sehat di tengah tekanan teknologi dan tuntutan digital.
Jeda digital bukan bentuk kemalasan, melainkan wujud kedewasaan dalam mengelola energi dan pikiran.
Mulailah dari langkah sederhana hari ini, matikan layar, hirup udara segar, dan biarkan pikiran Anda kembali tenang sebelum kembali belajar.***




