POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti angkat bicara terkait temuan 995 senjata di sebuah ruangan kepala yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut.

Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen untuk memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Senin, 10 Agustus 2026.

Baca Juga: Belum Merdeka, Indonesia Jadi Tim Asia Pertama yang Menginjakkan Kaki di Piala Dunia 1938

Pengelolaan Sekolah Berada di Pemda

Meski telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, Mu’ti menyebut Kemendikdasmen memiliki kewenangan yang terbatas dalam persoalan tersebut.

Sebab, pengelolaan sekolah berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Karena itu, Kemendikdasmen tidak dapat mengambil langkah lebih jauh terkait pengelolaan sekolah dalam kasus tersebut.

Sementara mengenai proses hukum, Mu’ti menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan.

“Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan,” ujar Mu’ti.

Baca Juga: Lewat GARBATERA, Pertamina Salurkan 550 Paket PMT untuk Balita di Balongan

Polisi Temukan 995 Senjata

Sebelumnya, polisi mengungkap temuan ratusan senjata di ruangan kepala yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut total senjata yang ditemukan mencapai 995 pucuk.

Rinciannya terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

Polisi juga masih mendalami asal-usul dan tujuan impor ratusan senjata tersebut.

Penyidik tengah mencari tahu apakah senjata itu didatangkan untuk diperjualbelikan atau memiliki tujuan lain.

Baca Juga: Posisi Penyidik Tim 9 Kejagung Kuat Hadapi Febrie Adriansyah, Gugatan Praperadilan Bakal Ditolak

Pemilik Sebut Senjata Legal dan Berizin

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra yang mengaku sebagai pemilik senjata mengatakan bahwa ratusan airsoft gun tersebut legal dan telah memiliki izin.

“Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 (senpi) itu semua ada izinnya,” kata Alhadid saat dihubungi.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh airsoft gun yang ditemukan tersebut telah dilengkapi perizinan.

“Airsoft gun, 995 (senpi) ya. Semua ada izinnya kok gitu,” lanjutnya.

Kasus ini masih menjadi perhatian karena temuan ratusan senjata tersebut berada di lingkungan sekolah. 

Pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian diharapkan dapat mengungkap status, tujuan kepemilikan, serta legalitas seluruh senjata yang ditemukan.***