POJOKSATU.ID - Tim khusus yang dipimpin oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono telah merampungkan klarifikasi awal yang berlangsung selama satu pekan penuh terhadap pengadaan sepatu tahun lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim penilai menyatakan bahwa secara garis besar alur pengadaan sebenarnya sudah mengikuti prosedur baku yang ditetapkan.

Kendati demikian, laporan akhir tim tetap menyertakan sejumlah catatan krusial yang memerlukan perhatian serius dari para pengambil kebijakan.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah adanya indikasi kuat mengenai potensi terjadinya maladministrasi dalam proses berjalan.

Baca Juga: Kemensos Membuat Dua Pejabat Pengadaan Sekolah Rakyat Dibebastugaskan!

Munculnya celah tersebut disinyalir terjadi karena beban volume pengadaan yang sangat besar dan tidak sebanding dengan kapasitas yang ada.

Keterbatasan waktu pengerjaan proyek juga dituding menjadi faktor pelemah yang memperbesar risiko ketidaktepatan administratif.

Faktor internal berupa keterbatasan jumlah dan kualitas sumber daya manusia turut memperburuk situasi di lapangan kala itu.

Oleh sebab itu, tim investigasi memandang perlunya dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk menguji keabsahan seluruh proses yang telah dilalui.

Baca Juga: Mengetahui Tantangan Distribusi Guru dan Infrastruktur Digital Kemendikdasmen!

Pemeriksaan lanjutan ini sangat krusial untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran fatal dalam eksekusi anggaran negara tersebut.

Guna menindaklanjuti temuan ini, Inspektorat Jenderal langsung diterjunkan untuk menyisir kembali seluruh dokumen pendukung.

Manajemen kementerian berjanji akan menjatuhkan sanksi administratif yang proporsional jika indikasi penyimpangan tersebut terbukti benar.

Hasil akhir dari kerja tim khusus ini nantinya akan dikonversi menjadi standar operasional baru yang lebih aman dari risiko hukum.***