POJOKSATU.id - Puncak acara Temu Pendidik Nusantara - TPN X berlangsung seru di Basket Ball Hall GBK pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Beragam kesan masih tak terlupakan bagi para guru, termasuk sejumlah guru asal Bandung.
Sebagai forum tahunan, Temu Pendidik Nusantara berfungsi sebagai wadah bagi para guru penggerak untuk menampilkan karya dan inovasi mereka dalam upaya mengubah wajah pendidikan di Nusantara.
Melalui berbagai program seperti tantangan praktik mengajar, pameran karya, dan apresiasi, TPN X juga memberikan kesempatan bagi para guru untuk berbagi inspirasi dan solusi.
Salah satu yang unik adalah adanya Cerdas Cermat Guru (CCG) di acara TPN X, karena pertanyaan yang diterima peserta, juga bisa menjadi alat simulasi bagi pengunjung yang berusaha menjawab pertanyaan.
Sejumlah guru asal Bandung merasa acara ini masih membekas di hati mereka. "Alhamdulillah bisa hadir di acara keren ini, jadi punya ide baru untuk mengajar. Pokoknya TPN X melahirkan energi baru bagi para guru dalam mengajar," ujar Astri Winarti Widiastuti dari SDN 260 Griba Antapani Bandung yang hadir bersama rombongan guru lainnya dari Bandung.
Perempuan yang akrab dipanggil Acy itu melihat Temu Pendidik Nusantara memberikan dampak yang sangat baik dan positif bagi para guru yang ingin maju. "Penerapan kurikulum merdeka menjadi lebih mudah dan proses belajar mengajar juga semakin menyenangkan. Makna itu yang saya pahami dari event ini," ujar Acy.
Makna inspirasi itu juga ditangkap oleh Hendy Yahya Gusriana, salah seorang guru dari SMKN 1 Cihampelas Bandung yang sengaja datang bersama rombongan guru sekolah lainnya dari Bandung.
"Kesempatan ini bukan hanya tentang menginspirasi, namun lebih pada bahwa pendidikan itu harus berlanjut. Mendidik tidak hanya di satu sisi kelas, satu sisi sekolah, satu sisi jenjang bahkan tidak hanya di satu bidang pendidik saja," ungkap Hendy.
Bagi Hendy, pendidik harus terus berkembang dan berlanjut. Di TPN X ini, Hendy merasa belajar bahwa jika kita hanya gali pada sisi kegiatan mendidik murid saja, akan membuat kondisi sangat jauh tertinggal.
Hendy merasa beruntung sekali mengikuti kegiatan TPN X. "Saya banyak belajar sebagai contoh saya belajar bahwa pendidikan murid tidak terlepas dari pendidikan keluarga yang belum tersorot sebelumnya, saya dapatkan dari kotak kecil keluarga kita," papar Hendy.
Hendy juga bisa belajar bahwa pendidikan pengenalan zero waste dapat dikolaborasikan dengan organisasi terkait.
Tak hanya itu, di season Sekolah Enuma ia juga belajar bahwa murid belajar tanpa harus merasa belajar, dengan pendekatan yang sehari-hari digunakan.
"Kegiatan TPN X ini menjadi start awal saya untuk dapat belajar pada sisi sisi gelap yang belum saya jamah. Belajar terus, berkembang terus, berlanjut terus, pinjam seratus," seloroh Hendy sambil tertawa.
Di TPN X, juga diberikan penghargaan kepada para pihak yang memiliki dampak luar biasa terhadap pendidikan diantaranya melalui Ki Hajar Dewantara Awards, Rohana Kudus Awards, Mohammad Syafei Awards dan Dewi Sartika Awards.
Temu Pendidik Nusantara juga menghadirkan guru-guru penggerak yang telah sukses mewujudkan perubahan signifikan, mulai dari tingkat kelas, sekolah atau madrasah, komunitas, hingga di level daerah.
Para guru juga menikmati berbagai kemasan acara lain seperti talkshow yang menarik, penampilan musik dan ragam booth yang menghadirkan sarana pendidikan.
Siti Saadah guru SMA Negeri 1 Sindangkerta berpendapat, kebersamaan para guru di TPN X merupakan wujud nyata komitmen para pendidik dalam menginspirasi perubahan pendidikan.
"Melalui Temu Pendidik Nusantara, berbagai kegiatan seperti pameran kreativitas, dan apresiasi yang sangat luar biasa, menjadi wujud bagi para guru dalam melakukan inovasi pendidikan. Selamat kepada semua guru yang telah berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia!", ujar Saadah.
Sementara bagi Tri Sila, guru SDN 268 Panyileukan Bandung yang hadir dalam Temu Pendidik Nusantara ini melihat acara ini selalu menyuguhkan "ruh" semangat merdeka belajar, merdeka mengajar ke dalam sanubari para pembelajar sepanjang hayat di seluruh nusantara.
"Selalu kagum dengan antusiasme para guru hebat dari penjuru negeri. Pendidikan selayaknya memang harus tumbuh berkelanjutan," ungkap Tri.
Tri Sila melanjutkan, semua guru tak boleh lekas puas dengan pencapaian atau kompetensi yang telah dimiliki saat ini karena pembelajaran yang berpihak pada murid akan selalu berkembang mengikuti zaman.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK)
Ia optimis perubahan pendidikan pun sangat bisa melampaui ruang kelas. Belajar tak pernah bisa dibatasi oleh dinding dengan kekakuannya.
Ia juga makin memahami, belajar dapat dilakukan di mana saja dan dapat diperoleh dari siapa saja. "
Seperti kami saat ini, berada dalam getaran semangat yang sama untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Wahai para guru hebat se-Nusantara, teruslah berjuang, mari kita saling menguatkan, menyalakan terus api semangat dalam diri kita agar semua murid dapat memperoleh layanan pendidikan yang bermakna, selamat, dan bahagia," ungkapnya penuh semangat diantara 56 orang guru asal Bandung lainnya yang mengikuti TPN X di Jakarta. ***




