POJOKSATU.ID - Beredarnya rincian estimasi pendapatan untuk posisi Manajer Koperasi Desa kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Besaran gaji yang akan diterima oleh para pengelola koperasi ini disesuaikan secara langsung dengan Upah Minimum Kabupaten atau Kota di tiap daerah.
Penyesuaian ini menciptakan ketimpangan nominal yang lumayan tinggi antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.
Daerah dengan UMK tertinggi mencatatkan angka gaji manajer yang sangat menggiurkan bagi para pencari kerja.
Baca Juga: Kepala BP BUMN Dony Oskaria Bantah Status Pegawai BUMN Bagi Manajer Kopdes Merah Putih!
Kota Bekasi memimpin daftar dengan estimasi gaji manajer mencapai Rp5.990.000.
Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Bekasi yang menawarkan angka sekitar Rp5.940.000.
Kabupaten Karawang juga masuk dalam jajaran wilayah teratas dengan kisaran gaji lima koma delapan puluh sembilan juta rupiah.
Sementara itu DKI Jakarta dan Kota Depok berada di urutan selanjutnya dengan besaran masing-masing Rp5.730.000 dan Rp5.520.000.
Baca Juga: Hujan Buatan Bikin Semalam Basah Kuyup, Haruskah Siap-Siap Payung Sepanjang Minggu Ini?
Di sisi lain daftar daerah dengan UMK terendah menunjukkan angka pendapatan yang jauh lebih terbatas.
Kabupaten Banjarnegara menempati posisi paling bawah dengan perkiraan gaji sekitar Rp2.320.000.
Kabupaten Wonogiri serta Kabupaten Sragen menyusul di atasnya dengan besaran Rp2.330.000.
Daerah seperti Kabupaten Blora dan Kabupaten Pangandaran juga berada di kisaran Rp2.340.000 serta Rp2.350.000.
Perbedaan angka yang mencolok ini sangat dipengaruhi oleh tingkat biaya hidup serta regulasi upah minimum di masing-masing provinsi.
Meskipun begitu transparansi data ini memberikan gambaran yang makin jelas bagi calon pengurus koperasi di berbagai daerah.***




