POJOKSATU.id — Universitas Diponegoro (Undip) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Dalam pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA) 2026 yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Undip berhasil menempati posisi ke-5 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Capaian ini menjadi sorotan karena Undip mampu melampaui sejumlah kampus besar seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berada di peringkat ke-8 dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) di posisi ke-6.
Baca Juga: Tak Kebagian WFH? BKN Janjikan Insentif hingga Kenaikan Pangkat untuk ASN yang Tetap Ngantor
Skor Tembus 1 Juta, Sejajar Kampus Top Indonesia
Pada tahun 2026, Undip berhasil meraih skor SINTA sebesar 1.016.085.
Angka ini menempatkan perguruan tinggi negeri yang berbasis di Semarang tersebut sejajar dengan kampus-kampus unggulan di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Indonesia (UI).
Capaian ini menjadi indikator kuat atas konsistensi Undip dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
SINTA sendiri merupakan sistem pengindeks nasional yang digunakan untuk mengukur kinerja akademik perguruan tinggi.
Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari produktivitas publikasi ilmiah, kualitas dan kuantitas jurnal terakreditasi, hingga aktivitas tridharma yang dijalankan oleh sivitas akademika.
Hasil Kerja Kolektif Sivitas Akademika
Rektor Undip, Prof. Suharnomo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus.
Baca Juga: DPRD Jabar Soroti Lemahnya Dukungan Bank Sampah, Desak Peran Pemda Diperkuat
“Peringkat lima besar SINTA 2026 ini merupakan bukti nyata komitmen dan kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam memperkuat kinerja tridharma.
Undip akan terus meningkatkan kualitas riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik, Wijayanto, PhD.
Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari penguatan ekosistem riset yang terus dikembangkan di lingkungan Undip.
Baca Juga: Rp1,7 Triliun Digelontorkan! Ribuan Riset Kampus Siap Jawab Masalah Nasional
SINTA Bukan Sekadar Jumlah Publikasi
Menurut Wijayanto, SINTA tidak hanya menilai jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga kualitas ekosistem riset secara keseluruhan.
“SINTA tidak hanya mengukur jumlah publikasi, tetapi juga kualitas ekosistem riset dan kontribusi institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Strategi penguatan riset, hilirisasi inovasi, dan kolaborasi yang kami dorong menunjukkan hasil yang positif,” jelasnya.
Peningkatan skor yang signifikan menjadi cerminan dari produktivitas akademik yang terus berkembang. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah publikasi, kualitas jurnal, serta aktivitas tridharma yang semakin aktif.
Baca Juga: Kampus Baru di Bogor Resmi Dibuka! Universitas Islam Bogor Siap Cetak SDM Berbasis Nilai Keislaman
Fokus ke Depan: Riset dan Kolaborasi Global
Ke depan, Undip berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas publikasi ilmiah bereputasi, mengembangkan jurnal internal, serta memperluas jaringan kolaborasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. ***




