POJOKSATU.id — Kementerian Sosial (Kemensos) telah meresmikan peluncuran Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025. Sekolah Rakyat dibuka di 211 titik seluruh Indonesia. Pada tahap pertama, sebanyak 45 sekolah dijadwalkan mulai menerima siswa di Juli 2025.

Pulau Sumatera menjadi salah satu wilayah prioritas. Sekolah ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang terdata dalam desil 1 hingga 3 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga fasilitas asrama lengkap dengan makan dan kebutuhan harian yang seluruhnya ditanggung oleh negara. Hal ini menjadi langkah nyata agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap mendapatkan akses pendidikan tanpa terbebani biaya.

Baca Juga: Ribka PDIP: Tanpa Tragedi Kudatuli, Tak Akan Ada Reformasi dan Presiden Tukang Kayu

 

Terdapat 10 titik Sekolah Rakyat yang sudah dibuka di Pulau Sumatera. Lokasinya tersebar di Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Padang, dan Solok.

Di antaranya adalah Sentra Darusaa’adah di Aceh, Sentra Bahagia dan Insyaaf di Medan, Sentra Abhiseka di Pekanbaru, Sentra Alyatama di Jambi, Sentra Dharma Guna di Bengkulu, Sentra Budi Perkasa di Palembang, serta BBPPKS di Padang, dan Pemerintah Kabupaten Solok.

Program ini memang menyasar provinsi-provinsi dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Pada Maret 2025, Aceh tercatat sebagai provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Sumatera, yaitu 12,33%.

Disusul Bengkulu dengan 12,08% dan Sumatera Selatan dengan 10,15%. Sementara itu, Sumatera Barat mencatatkan angka kemiskinan terendah di Sumatera, yakni 5,35%.

 

Baca Juga: Ribka PDIP: Tanpa Tragedi Kudatuli, Tak Akan Ada Reformasi dan Presiden Tukang Kayu

Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah menargetkan pemutusan rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem diharapkan bisa mendapat kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan bermutu. Sekolah Rakyat juga dilengkapi fasilitas asrama yang akan menunjang proses belajar mereka.

Program ini tidak hanya menekankan pada aspek akademis, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup agar mereka bisa mandiri setelah lulus. Kemensos juga terus memperkuat sinergi dengan kementerian lain dan pemerintah daerah demi memastikan pelaksanaan program ini berjalan optimal dan menyentuh sasaran.

Seiring dibukanya pendaftaran siswa baru di Sekolah Rakyat, diharapkan akan lahir generasi-generasi muda dari Pulau Sumatera yang memiliki kesempatan lebih besar untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan meraih masa depan yang lebih cerah.***