POJOKSATU.ID - Dalam menghadapi tantangan administratif dan tuntutan inovasi pembelajaran di era digital, guru membutuhkan solusi cerdas yang efisien dan relevan.

Guru Madrasah tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga mampu menciptakan perangkat ajar digital secara mandiri.

Perlu diketahui pemanfaatan teknologi seperti ChatGPT, Canva AI, dan Text-to-Image Generator bukan untuk menggantikan guru, tetapi mendukung kreativitas dan efisiensi kerja dalam menciptakan media ajar yang kontekstual dan menarik.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Siapkan Raperda Fasilitasi Pesantren: Dorong Dukungan Hukum, Anggaran, dan Modernisasi

Beberapa daerah di Indonesia sudah bergerak mengajarkan guru madrasah melek akan digitalisasi. Yaitu daerah Banten dan Kota Malang.

Banten: Perjuangan Akses Pendidikan Gratis dan Digitalisasi Madrasah
Di Provinsi Banten, pendidikan madrasah menghadapi tantangan serius, terutama terkait akses pendidikan gratis dan kualitas SDM.

Di bawah kepemimpinan Dr. H. Amrullah, M.Si, sebagai Kakanwil Kemenag Banten yang baru dilantik, upaya kolaboratif mulai digagas dengan Pemerintah Provinsi Banten, termasuk wacana pendidikan gratis untuk Madrasah Aliyah.

Baca Juga: Orang Tua Priya Nailuredha Thoriq Minta Tak Ada Opini Liar dalam Kasus Kematian Anaknya: Kami Segenap Keluarga…

Selain itu, masalah infrastruktur pendidikan, keterbatasan digitalisasi, dan kompetensi manajemen menjadi prioritas utama dalam agenda reformasi madrasah di Banten.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis nilai, Dr. Amrullah diharapkan mampu menjawab tantangan dan memperkuat sinergi menuju pendidikan madrasah yang inklusif dan unggul.

Kota Malang: MIN 1 Perintis Madrasah Digital dengan e-Ijazah dan Pembelajaran Berbasis Teknologi
Sementara itu, MIN 1 Kota Malang telah menjadi pelopor madrasah digital sejak 2023.

Baca Juga: Karawang Resmikan 309 Koperasi Merah Putih, Plawad Jadi Contoh Koperasi Teladan

Dengan penerapan e-ijazah berbasis Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan integrasi layanan seperti absensi, perpustakaan, hingga kantin digital, madrasah ini menunjukkan komitmen penuh pada efisiensi dan inovasi.

Sistem pembelajaran digital juga sudah berjalan pada kelas 4 hingga 6, menggunakan konten orisinal buatan guru dan sistem penilaian otomatis.

Kepala Madrasah, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya alat, melainkan pendekatan untuk membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

Baca Juga: Imbas Kasus Priya Nailuredha Thoriq Jadi Korban Bullying, Tagar SMAN 6 Diblacklist Ramai Disuarakan Publik

Maka dari itu. transformasi digital madrasah di berbagai daerah seperti Banaran, Banten, dan Malang menandai babak baru dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Dengan dukungan teknologi, pelatihan yang tepat, dan kolaborasi lintas sektor, madrasah kini bergerak menuju sistem pendidikan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing global.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Priya Nailuredha Thoriq, Siswa SMAN 6 Garut Bunuh Diri Diduga Gegara jadi Korban Bullying

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Upaya ini tidak hanya penting untuk meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga untuk memastikan bahwa madrasah tetap menjadi pilar utama pembentukan karakter dan akhlak mulia generasi bangsa di era digital. ***