POJOKSATU.ID - Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyebut, ia belum dapat merespons terkait kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mewajibkan siswa masuk sekolah pukul 06.00 WIB.

"Belum itu, nanti ya," ujar Atip, dikutip Senin (9/6/2025).

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian juga mengatakan bahwa parlemen belum bisa mengambil sikap soal penerapan masuk sekolah pukul 6 pagi yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Baca Juga: GRATIS TANPA BAYAR! GOOGLE DRIVE 6 Link Download Puluhan Jurnal Pembelajaran Modul 1 Jenjang SD VERSI MS WORD untuk PPG GURU TERTENTTU 2025

Hetifah mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk menimbang dampak positif dan negatif dari kebijakan tersebut.

Sebab, menurut dia, kebijakan Dedi itu bukan yang pertama kali terjadi.

Adapun tahun lalu gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah memberlakukan hal serupa meski akhirnya membatalkan aturan tersebut.

Baca Juga: Tak Hanya Ketua PBNU, Komisaris PT Gig Nikel Ahmad Fahrur Rozi Juga Dikenal sebagai Dosen Universitas Al Qolam Malang

"Waktu itu kan kami juga jadi pro kontra kan. Ada sih kelebihannya, tapi juga banyak masalah yang terjadi terkait dengan pemajuan jam," kata Hetifah saat menghadiri agenda Peluncuran Beasiswa di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Senin, 2 Juni 2025, lalu.

Hetifah juga menambahkan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menerapkan aturan tersebut.

Beberapa di antaranya adalah ketersediaan akses transportasi hingga kesediaan orang tua atau wali murid.

Baca Juga: Oknum Purnawirawan Polri Terlibat Penipuan Calo Casis Bintara Polda Sumut, Korban Rugi Rp 1,4 Miliar

"Kebetulan saat ini sedang masa reses, kami akan mengumpulkan pendapat dan masukan dari para konstituen," kata dia.

Apabila sambutan masyarakat positif dan penerapan sekolah mulai lebih pagi dinilai menghadirkan banyak manfaat maka, menurut Hetifah, kebijakan Dedi itu patut dipertimbangkan.

Sebaliknya, apabila kebijakan tersebut banyak menuai pro-kontra di masyarakat, politikus Golkar itu menyarankan agar Dedi mengurungkan niatnya.

Baca Juga: Sosok Ahmad Fahrur Rozi, Komisaris PT Gag Nikel Disorot Usai Terlibat Tambang Nikel di Raja Ampat Juga Ketua PBNU

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah menjadi sorotan terkait kebijakan untuk masuk sekolah mulai jam 6 pagi dan berlaku pada hari Senin hingga Jumat.

Adapun kebijakan masuk sekolah mulai pukul 6 pagi, akan dijalankan pemerintah provinsi Jawa Barat satu paket dengan regulasi jam malam bagi pelajar, serta pembelajaran Senin hingga Jumat.

Baca Juga: Heboh Kasus Raja Ampat, Dewi Iriana dan JKW Mahakam Malah Jadi Nama Kapal Pengangkut Nikel di Sana

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Gubernur Jabar Nomor 51/PA.03/Disdik. ***