POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengkaji konsep sekolah unggul terintegrasi yang termasuk dalam program prioritas Prabowo-Gibran.
Konsep ini diharapkan mampu memenuhi standar internasional namun tetap terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat.
Mu'ti menjelaskan bahwa sekolah unggul ini dirancang agar dapat mencakup berbagai potensi siswa, baik dalam bidang akademik, seni, maupun olahraga.
“Tentang sekolah unggul terintegrasi, kami masih terus melakukan kajian agar bisa menghasilkan sekolah bertaraf internasional dengan tarif lokal sehingga sesuai dengan arahan Presiden yang ingin beragam potensi dan bakat anak-anak Indonesia, baik dalam bidang akademik, seni, maupun olahraga dapat dikembangkan melalui layanan pendidikan yang terintegrasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Selain itu, ia membuka kemungkinan untuk memanfaatkan praktik baik dari berbagai penyelenggara pendidikan, baik swasta, pemerintah, maupun masyarakat.
Bahkan, Mu'ti menyebut adanya diskusi awal dengan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, tentang potensi kerja sama untuk mendukung bakat sepak bola di kalangan siswa.
“Kemarin saya bertemu dengan Pak Erick selaku Ketua Umum PSSI, tentang bagaimana nanti ada kerja sama PSSI dengan sekolah-sekolah untuk pengembangan bakat di bidang sepak bola. Itu sudah kami bicarakan sekilas dan format kerjasamanya nanti akan kami cari,” imbuhnya.
Program sekolah unggul ini juga akan melibatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan penyesuaian pada minat pendidikan vokasi sesuai potensi alam dan budaya setempat.
Dalam implementasinya, akan ada kolaborasi dengan Kementerian Diktisaintek untuk memastikan pendidikan vokasi berjalan optimal.
Baca Juga: Sampoerna Academy, Sekolah Internasional di Indonesia dengan Kurikulum Cambridge
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, menyoroti tantangan terkait efisiensi anggaran untuk mendukung sekolah unggul terintegrasi dan renovasi sekolah yang sudah ada.
Menurut Heru, efisiensi sangat diperlukan, terutama untuk pembelian lahan guna membangun fasilitas sekolah unggul dari jenjang PAUD hingga SMA.
“Yang harus diurai pemerintah itu kompleksitasnya tinggi terkait program tersebut. Yang pertama, anggarannya untuk mendirikan sekolah unggul terintegrasi didukung atau enggak. Jadi efisiensi penggunaan anggaran itu menjadi kunci ya,” kata Heru di Jakarta.
Heru juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang efisien untuk mendukung pengembangan sarana, kurikulum, dan tenaga pengajar yang kompeten agar sekolah unggul ini dapat menghasilkan siswa yang siap bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




