POJOKSATU.id - Pernahkah kamu memperhatikan berbagai masalah di sekitarmu? Stunting, kemiskinan, kejahatan, hingga perubahan iklim adalah contoh gejala sosial yang mempengaruhi kehidupan kita.

Artikel ini akan mengajak kamu memahami ragam gejala sosial di Indonesia yang sesuai dengan materi IPS kelas 10. Mari kita bahas secara sederhana namun mendalam.

Apa Itu Gejala Sosial? Gejala sosial adalah fenomena atau peristiwa sosial yang terjadi akibat hubungan antarindividu atau kelompok dalam masyarakat.

Menurut Pitirim Sorokin, sosiologi mempelajari hubungan timbal balik berbagai macam gejala sosial ini.

Baca Juga: Bedah Konsep dan Contoh Soal Stratifikasi Sosial IPS SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Masalah sosial merupakan bagian dari gejala sosial. Soerjono Soekanto mendefinisikan masalah sosial sebagai ketidaksesuaian antara unsur-unsur masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.


Jenis-Jenis Gejala Sosial di Indonesia

Gejala sosial yang ada di Indonesia dan perlu kita ketahui bersama mencakup 6 jenis, yaitu stunting, kemiskinan, kejahatan, masalah keluarga, kependudukan, dan lingkungan hidup.

1. Stunting: Tantangan Kesehatan Masyarakat

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Data Survey Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%.

Baca Juga: Memahami Hukum Permintaan dan Penawaran IPS SMA Kelas 10: Konsep Dasar Ekonomi Beserta Contoh Soal dan Pembahasannya

Meski menurun dari tahun sebelumnya (24,4%), angka ini masih di atas standar WHO yaitu di bawah 20%.

Faktor penyebab stunting meliputi:

- Faktor kultural: nilai-nilai, adat, dan tradisi masyarakat seperti kebiasaan cuci tangan dan perilaku hidup sehat

- Faktor struktural: keterbatasan akses terhadap pangan dan pelayanan kesehatan

2. Kemiskinan: Akar Berbagai Masalah Sosial

Kemiskinan adalah keadaan ketika seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai taraf kehidupan kelompok.

Ada dua jenis kemiskinan, yaitu kemiskinan absolut dan relatif.

- Kemiskinan absolut: pendapatan di bawah garis kemiskinan dan tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup minimum

Baca Juga: Kupas Tuntas IPA SMA Kelas 10: Contoh Soal dan Pembahasan Klasifikasi Makhluk Hidup

- Kemiskinan relatif: disebabkan kebijakan pembangunan yang belum merata sehingga terjadi ketimpangan pendapatan

3. Kejahatan: Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat

Kejahatan termasuk bentuk penyimpangan sosial karena melanggar nilai dan norma. Berdasarkan pelakunya, terdapat dua macam kejahatan.

- Kejahatan kerah biru (blue collar crime): dilakukan oleh masyarakat kelas bawah, seperti pencopetan

- Kejahatan kerah putih (white collar crime): dilakukan oleh pengusaha atau pejabat, seperti korupsi

Baca Juga: 12 Prinsip Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan: Panduan Kegiatan IPA SMA Kelas 10

4. Keluarga: Lembaga Penting dalam Masyarakat

Keluarga merupakan agen utama pembentukan sosialisasi primer individu. Terdapat dua kategori keluarga yang biasa kita temui di masyarakat.

- Keluarga batih (nuclear family): terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Biasa disebut juga keluarga inti.

- Keluarga luas (extended family): terdiri atas beberapa keluarga batih

Fungsi keluarga meliputi reproduksi, sosialisasi, afeksi, pemberian status sosial individu, perlindungan, pendidikan, dan ekonomi.

5. Kependudukan: Tantangan Demografi Indonesia

Permasalahan kependudukan di Indonesia meliputi persebaran penduduk tidak merata, tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, tingginya angka pengangguran, dan tingginya angka perkawinan anak.

Berdasarkan data BPS 2023, penduduk Indonesia berjumlah 278,696 juta jiwa dengan pertumbuhan 1,05% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Makin Paham IPA SMA Kelas 10: Ketahui Aktivitas Manusia Penyebab Perubahan Iklim

6. Masalah Lingkungan Hidup: Krisis Ekologis

Masalah lingkungan hidup paling utama saat ini adalah perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi perhatian penting berbagai negara, termasuk Indonesia.

Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, pembukaan lahan hutan, dan pembuangan sampah tidak dipilah menjadi penyebab utama peningkatan gas rumah kaca (GRK).

Dampak perubahan iklim antara lain bencana alam, kekeringan, pemanasan suhu permukaan bumi, kenaikan volume dan suhu air laut, kepunahan spesies, kekurangan pangan, serta krisis kesehatan.


Mengapa Penting Mempelajari Gejala Sosial?

Mempelajari gejala sosial merupakan sesuatu yang penting. Sebagai siswa SMA, memahami gejala sosial akan membantu kamu melakukan hal-hal berikut.

Baca Juga: Dari Teori ke Aplikasi, Ternyata Begini Cara Belajar Energi Terbarukan di MatPel IPA SMA Kelas 10

1. Menganalisis akar masalah sosial di sekitarmu

2. Mengembangkan kepekaan sosial

3. Berkontribusi dalam upaya penyelesaian masalah

4. Mempersiapkan diri menghadapi tantangan sosial di masa depan

Tips Menganalisis Gejala Sosial

Dalam mempelajari materi gejala sosial, kita perlu melakukan analisis. Hal ini baik untuk tugas maupun ulangan termasuk Ujian Nasional dan Ujian masuk PTN.

Untuk keperluan tersebut, kamu bisa mengikuti tips-tips berikut:

1. Kumpulkan data dari sumber terpercaya seperti BPS, jurnal ilmiah, atau media resmi

2. Identifikasi jenis gejala sosial yang ditemukan

Baca Juga: Contoh Soal Studi Kasus dan Analisis Data Kimia Hijau IPA SMA Kelas 10: Panduan Lengkap dengan Pembahasan

3. Analisis faktor penyebab, dampak, dan keterkaitan antar gejala

4. Rumuskan rekomendasi solusi berdasarkan analisis

5. Sajikan dalam format laporan, poster, atau media kreatif lainnya

Dengan memahami ragam gejala sosial, kamu akan lebih siap berkontribusi membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik di masa depan.


Contoh Soal Pilihan Ganda tentang Gejala Sosial

Mari kita pelajari contoh soal beserta pembahasannya untuk lebih memahami konsep gejala sosial di Indonesia.

Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Kimia Hijau IPA SMA Kelas 10: Belajar Menjaga Lingkungan dengan Ilmu Kimia

Soal 1

Perhatikan pernyataan berikut:

1. Fenomena peristiwa sosial akibat hubungan antarindividu

2. Ketidaksesuaian unsur masyarakat yang membahayakan kelompok sosial

3. Interaksi sosial yang mengarah pada konflik dan pertentangan

4. Hubungan timbal balik berbagai macam fenomena sosial

Berdasarkan konsep sosiologi, pernyataan yang tepat menggambarkan definisi gejala sosial adalah ....

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 1 dan 4

D. 2 dan 3

E. 3 dan 4

Pembahasan:

Gejala sosial didefinisikan sebagai fenomena atau peristiwa sosial yang terjadi akibat hubungan antarindividu ataupun kelompok sosial (pernyataan 1). Menurut Pitirim Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik berbagai macam gejala sosial (pernyataan 4). Pernyataan 2 dan 3 lebih tepat menggambarkan definisi masalah sosial yang merupakan bagian dari gejala sosial, bukan definisi gejala sosial secara keseluruhan.

Jawaban: C


Soal 2

Data Survey Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022 menyatakan bahwa prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%, menurun dari tahun sebelumnya yaitu 24,4%. Namun, angka tersebut masih tinggi karena standar WHO di bawah 20%.

Jika dikaji dari perspektif sosiologis, penyebab utama stunting yang berkaitan dengan faktor struktural adalah...

A. Tradisi menyapih bayi sebelum usia 6 bulan

B. Kebiasaan cuci tangan sebelum makan

C. Keterbatasan akses mendapatkan pelayanan kesehatan

D. Pola konsumsi makanan keluarga

E. Perilaku hidup bersih dan sehat

Pembahasan:

Faktor struktural penyebab stunting berkaitan dengan suatu keadaan yang dipengaruhi dan memengaruhi sistem ekonomi politik dalam masyarakat. Salah satu contoh faktor struktural adalah keterbatasan akses mendapatkan pangan dan pelayanan kesehatan (opsi C). Pilihan A, B, D, dan E termasuk dalam faktor kultural karena berkaitan dengan nilai-nilai, adat, dan tradisi masyarakat dalam kebiasaan sehari-hari.

Jawaban: C


Soal 3

Perhatikan karakteristik berikut:

1. Terjadi akibat kebijakan pembangunan yang belum merata

2. Pendapatan di bawah garis kemiskinan

3. Tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup minimum

4. Terdapat ketimpangan pendapatan

5. Indikatornya adalah hidup dengan pendapatan di bawah 1 USD per hari

Berdasarkan kategori kemiskinan dalam kajian sosiologi, karakteristik yang termasuk kemiskinan relatif adalah...

A. 1 dan 4

B. 2 dan 3

C. 2 dan 5

D. 3 dan 4

E. 4 dan 5

Pembahasan:

Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang disebabkan kebijakan pembangunan yang belum merata sehingga terdapat ketimpangan pendapatan (karakteristik 1 dan 4). Sementara karakteristik 2, 3, dan 5 menggambarkan kemiskinan absolut, yaitu kemiskinan yang menunjukkan tingkat pendapatan individu di bawah garis kemiskinan, tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup minimum, dan indikatornya menurut Bank Dunia adalah hidup dengan pendapatan di bawah 1 USD per hari.

Jawaban: A


Soal 4

Keluarga memiliki beberapa fungsi penting dalam masyarakat. Apabila terjadi kasus pengabaian terhadap anak oleh orangtuanya, sehingga anak tidak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan yang cukup, maka fungsi keluarga yang tidak terpenuhi adalah ....

A. Fungsi reproduksi dan ekonomi

B. Fungsi afeksi dan perlindungan

C. Fungsi sosialisasi dan pendidikan

D. Fungsi pemberian status sosial dan ekonomi

E. Fungsi pendidikan dan reproduksi

Pembahasan:

Keluarga memiliki beberapa fungsi antara lain fungsi reproduksi, sosialisasi, afeksi, pemberian status sosial individu, perlindungan, pendidikan, serta ekonomi. Dalam kasus pengabaian terhadap anak sehingga tidak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, fungsi yang tidak terpenuhi adalah fungsi afeksi (berkaitan dengan kasih sayang) dan fungsi perlindungan (berkaitan dengan rasa aman). Kedua fungsi ini terdapat pada opsi B.

Jawaban: B


Soal 5

Perhatikan pernyataan berikut.

"Pada daerah pesisir X, terdapat potensi hutan bakau yang dulunya luas. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi alih fungsi hutan bakau menjadi area pemukiman dan tempat pembuangan sampah. Akibatnya, terjadi abrasi pantai yang mengancam pemukiman penduduk. Menyadari masalah ini, kelompok masyarakat lokal berinisiatif melakukan penanaman kembali dan konservasi hutan bakau."

Analisis permasalahan lingkungan hidup dalam narasi tersebut yang tepat adalah ....

A. Terjadinya abrasi pantai disebabkan oleh faktor alam dan tidak berhubungan dengan aktivitas manusia

B. Masyarakat daerah pesisir X gagal beradaptasi dengan perubahan lingkungan

C. Terdapat hubungan timbal balik antara tindakan manusia dan kondisi lingkungan yang mempengaruhi interaksi sosial

D. Alih fungsi hutan bakau merupakan bentuk adaptasi positif masyarakat terhadap kebutuhan ekonomi

E. Konservasi hutan bakau menghambat pembangunan ekonomi masyarakat pesisir

Pembahasan:

Secara sosiologis, terdapat hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. Dalam narasi tersebut, tindakan manusia (alih fungsi hutan bakau) menyebabkan dampak lingkungan (abrasi), yang kemudian mempengaruhi interaksi sosial berupa tindakan kolektif masyarakat untuk mengatasi masalah (konservasi). Hal ini menunjukkan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan serta pengaruhnya terhadap pola interaksi sosial, yang sesuai dengan opsi C. Opsi A, B, D, dan E tidak tepat karena bertentangan dengan perspektif sosiologis tentang hubungan manusia-lingkungan.

Jawaban: C

Demikian pembahasan tentang ragam masalah sosial di Indonesia. Semoga bisa membantumu meraih nilai IPS yang tinggi.***