POJOKSATU.id, BANDUNG-- Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi yang akan menerapkan Jam Malam bagi pelajar di Jawa Barat mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB ternyata banyak juga yang protes.
Salah satu protes itu muncul dari Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jabar. Mereka menilai kebijakan Dedi Mulyadi ini keliru karena sejatinya siswa sudah belajar dari pagi hingga sore setiap hari.
"Iya, sangat keberatan. Jadi nilai edukasinya di mana? Itu kan anak sudah sekolah dari pagi sampai sore. Terus malam nggak boleh main. Keliru dong," kata Ketua Fortusis Jabar, Dwi Soebawanto, Selasa (27/5/2025).
Dia menilai kebijakan Dedi tak memiliki nilai edukasi. Mereka keberatan mengenai kebijakan jam malam untuk pelajar yang akan diterapkan ini.
Baca Juga: Bersiap! 3 Informasi Penting untuk Guru, TPG 2025 Siap Cair, Simak Rinciannya!
Menurut Dwi, tidak semua pelajar yang keluar malam melakukan hal negatif. Ada banyak pelajar yang diskusi bersama teman-teman mereka saat malam hari untuk mencari inspirasi.
Misalnya mereka ngobrol sambil bawa laptop untuk menemukan gagasan atau mendapat ide baru.
Dari pada menerapkan Jam Malam, Fortusis malah meminta Dedi memperhatikan infrastruktur untuk menunjang kreativitas para pelajar, seperti olahraga, ruang kesenian, hingga budaya sampai ke tingkat desa.
Menurutnya, apabila infrastruktur penunjang tersebut selesai dibangun, kebijakan jam malam untuk pelajar baru bisa diberlakukan.
Baca Juga: Lima Fakta Baru Christiano Tarigan Penabrak Mahasiswa UGM Argo Ericko Achfandi, Status Belum Ditahan
"Faktanya kan masih kurang. Jadi, harus dibangun dulu insfratruktur, baru diterapkan aturan seketat apapun," tegasnya.
Belum Resmi Diluncurkan
Dedi Mulyadi sudah menekan Surat Edaran (SE) nomor 51/PA.03/DISDIK tertanggal 23 Mei 2025 tentang Jam Malam.
Dalam SE itu, pelajar tak boleh melakukan aktivitas di luar rumah mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.
Larangan tersebut dikecualikan jika pelajar mengikuti kegiatan resmi sekolah atau lembaga pendidikan, aktivitas keagamaan yang diketahui orang tua, sedang bersama orang tua/wali, atau dalam kondisi darurat dan bencana.
Namun program ini ternyata belum diluncurkan secara resmi oleh Pemprov Jabar.
"Itu diluncurkan dulu. Nanti diluncurkan programnya," ujar Dedi, Selasa.
Menurut Dedi, Jam Malam ini sebagai bagian dari program pembentukan generasi Panca Waluya Jawa Barat Istimewa yaitu generasi muda yang memiliki karakter Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Benar), Pinter (Cerdas), dan Singer (Terampil).***




