POJOKSATU.id – Festival Main Sains Nusantara tidak hanya menampilkan proyek sains siswa, tetapi juga menjadi wadah bagi guru untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek.

Para guru yang terlibat dalam program ini berbagi cerita tentang bagaimana pendekatan ini mampu mengubah cara belajar siswa, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan kontekstual.

Salah satu guru yang turut berbagi adalah Yoga Angelina dari SDN Duri Pulo 03 Pagi Jakarta.

Baca Juga: Eksperimen Sains Sederhana dengan Budget Murah untuk Anak SD, Bisa Dicoba di Rumah!

Ia menceritakan, "Awalnya saya ragu apakah murid-murid saya mampu terpantik dalam menemukan masalah dan mengembangkan projek ini, tapi setelah saya coba dengan langkah-langkah tahapan projek dan mengintegrasikannya dengan STEM, ternyata banyak murid-murid saya yang antusias ingin menyelesaikan masalah bullying di awal masa remaja."

Sebagai informasi, STEM yang merupakan singkatan dari Science Technology Engineering and Mathematics, adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan keempat bidang ini.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan keterampilan siswa, seperti penyelesaian masalah, kreativitas, analisis kritis, kerja sama, berpikir mandiri, prakarsa, komunikasi, dan literasi digital.

Baca Juga: Dua Kegiatan Ini Bisa Bikin Anak Jadi Pintar, Sudah Dibuktikan Sains!

Selain itu, STEM juga mempersiapkan siswa sekolah dasar dan menengah untuk melanjutkan studi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, dengan fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Yoga menambahkan bahwa para siswanya berkreasi dengan membuat poster kampanye, memberikan edukasi kepada teman sebaya, dan memamerkan hasil karya mereka dalam festival ini.

Baca Juga: Jalan-jalan Pintar di Bandung, 5 Museum Terbaik untuk Wisata Edukasi

Festival ini bukan hanya menjadi ajang apresiasi bagi guru dan siswa, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.

Dengan mengembangkan proyek sains siswa, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, menjadikan sains lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.