POJOKSATU.id - Bagi para guru, Nunuk Suryani rupanya tidak hanya dikenal sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Ristek. Semua guru yang ada di sekolah, dari PAUD hingga jenjang SLTA berada di wilayah binaan Dirjen GTK Nunuk Suryani.

Wajar jika sehari-hari banyak persoalan dan masalah para guru dan tenaga kependidikan (tendik) hingga pesan menyentuh harus diterima oleh Dirjen GTK Nunuk Suryani.

Jabatan Dirjen GTK Nunuk Suryani resmi menjadi tanggungjawabnya saat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim resmi melantiknya pada 22 Februari 2023.

Sebelum resmi menjabat sebagai Dirjen GTK, Nunuk Suryani mengemban jabatan itu sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirjen GTK Kemendikbud Ristek.

Baca Juga: Pasca UU ASN, Dirjen Nunuk Buka Suara Soal Honorer dan Pemenuhan Guru, Gagas Solusi Ruang Talenta untuk Guru

Menjadi Dirjen GTK, Nunuk Suryani mendapat titipan dari Nadiem Makarim untuk konsisten menjalankan program peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. Tentu saja termasuk juga mengawal pengadaan guru PPPK yang kini menjadi sorotan banyak pihak.

Dirjen GTK Nunuk Suryani juga diminta untuk memperkuat bentuk-bentuk kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar bisa memenuhi kebutuhan GTK yang berkualitas di seluruh Indonesia.

Tugas berat itu senantiasa dihadapi oleh Nunuk Suryani, terutama para guru PPPK dan PPG Daljab yang merasa sosok Dirjen GTK Nunuk Suryani sebagai ibu dari para guru di Indonesia, tempat para guru mengadu baik secara formal maupun emosional.

Itu sebabnya pada 8 November 2023 lalu, para guru ramai mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" kepada Dirjen GTK Nunuk Suryani.

Baca Juga: Dampak UU ASN, Upaya Pemenuhan Kebutuhan Guru Melalui Program Ruang Talenta, Begini Kata Nunuk Suryani

Sebab itu juga, bagi para guru dan tendik, bulan November benar-benar menjadi Bulan Guru. Hal ini karena selain Hari Guru Nasional juga dikaitkan dengan tanggal kelahiran Dirjen GTK Nunuk Suryani pada bulan November.

Salah satu ucapan itu datang dari Meisi Lukitasari, Ketua Ketua Forum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (FPPPK) Kabupaten Bogor, Meisi Lukitasari yang kerap berkomunikasi intens dengan Dirjen GTK Nunuk Suryani.

"Bu Nunuk adalah pejuang guru yang sungguh-sungguh bekerja dengan hati tanpa harus berbenturan dengan birokrasi. Beliau mampu menjaga kebersamaan, bersinergi dan melakukan kolaborasi dengan kami para guru," ungkap Meisi.

Meisi bertutur, Dirjen GTK Nunuk Suryani adalah pejabat yang sangat respek terhadap keluhan para guru.

Baca Juga: Informasi Penting! Ini Cara Mudah Cek Jadwal dan Lokasi Seleksi Kompetensi PPPK 2023 Melalui SSCASN

"Orangnya 'sangat-sangat' ramah dan kadang tanpa say ngomong pun beliau itu sudah tahu apa yang ada di otak saya," tutur Meisi. Ia juga menambahkan Dirjen Nunuk Suryani sebagai sosok yang sangat memanusiakan manusia.

Meisi pun mendoakan agar Dirjen GTK Nunuk Suryani diberikan kemudahan dalam menjalankan tugasnya dan menjadi ibadah yang luar biasa sepanjang perjalanan hidupnya yang dinilai penuh pengabdian.

"Selamat ulang tahun Bu Nunuk, kami selalu berharap ibu sehat walafiat, senantiasa berjuang bersama kami," ungkap Meisi.

Para pengurus FPPPK Kabupaten Bogor lainnya juga turut menyampaikan ucapan untuk Dirjen GTK Nunuk Suryani. "Selamat ulang tahun ibu, teriring doa semoga dikaruniai kesehatan, dipanjangkan umurnya, dimudahkan rezekinya, dan tetap bersemangat untuk berkarya bagi kemajuan pendidikan dan kebudayaan. Amin," ungkap Ernasari dan Evasari, Pengurus FPPPK Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor yang mengakhiri ucapannya dengan sisipan emoticon kue ulang tahun. 

Baca Juga: Selamat! PPPK Guru Dikontrak Sampai 60 Tahun, Dirjen Nunuk Suryani Ingin Kontrak Kerja Diperpanjang Otomatis

Dirjen GTK Nunuk Suryani lahir di Karanganyar pada 8 November 1966. Ia sebenarnya lulusan sarjana dalam bidang Sejarah Indonesia dari kampus Universitas Diponegoro (Undip) pada tahun 1989.

Usai meraih gelar sarjana, Prof. Nunuk melanjutkan pendidikan Magister dalam bidang Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 1997. Nunuk Suryani kemudian mengambil pendidikan Doktoral bidang Teknologi Pendidikan di UNJ pada 2003.

Pada 2016, Universitas Sebalas Maret (UNS) Surakarta resmi mengukuhkan Nunuk Suryani menjadi Guru Besar Teknologi Pembelajaran Sejarah. Di UNS, Prof. Nunuk Suryani menjabat sebagai guru besar ke-177 dan juga sebagai guru besar ke-55 FKIP UNS.

Sebelum menjabat sebagai Dirjen GTK Kemendikbud Ristek, Prof. Nunuk telah memegang posisi Sekretaris Dirjen GTK Kemendikbud Ristek. Sebelum itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala LPPKS Kemendikbud Ristek dari tahun 2017 hingga 2020.

Baca Juga: Bahas Turunan UU ASN, Kementerian PANRB Buka 1,3 Juta Formasi, Seleksi Ditentukan Instansi, Optimalkan Pemda

Mengetahui 8 November sebagai hari lahir Dirjen GTK Nunuk Suryani, tak ketinggalan Sekertaris Korcam Citeureup Ardi Ahmad Triwahyudi juga turut mengucapakan dan mendoakannya.

"Barakallahu fii umrik Bu Nunuk. Doa terbaik untuk ibu. Semoga selalu diberikan kesehatan, selalu diberikan keberkahan, umur yang panjang, dan terus berkarya bagi kemajuan pendidikan dan kebudayaan," ungkap Ardi Ahmad Triwahyudi.

Kedekatan dengan para guru juga membuat Dirjen Nunuk Suryani mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Korcam Ciseeng Kabupaten Bogor yang juga merupakan guru SDN Putat Nutug 04 Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, Erna Sari.

"Mabruk alfa mabruk, yaum miladik mabruk" 'berkah seribu berkah, hari lahir ibu semoga berkah.' Untuk bundaku yang selalu berjuang untuk kami semua guru guru dipelosok negeri Indonesia tercintah," ungkap Erna Sari.

Baca Juga: Dirjen Nunuk Pengen Kontrak PPPK Guru Diperpanjang Otomatis, Begini Jawaban KemenpanRB

Sebelum posisinya saat ini, Prof. Nunuk juga memiliki pengalaman sebagai Kepala LPPMP UNS Surakarta dari tahun 2019 hingga Juni 2020.

Tidak hanya itu, Nunuk Suryani juga pernah mengajar di UNS Surakarta dalam program S1, S2, dan S3, dengan fokus pada Pendidikan Sejarah, Teknologi Pendidikan, dan Ilmu Pendidikan.

Selain itu, ia juga menjadi pengajar di IAIN Surakarta di bidang Pendidikan Ekonomi dan Manajemen Pendidikan Islam. Dia bahkan pernah menjadi Dosen Berprestasi III di FKIP UNS pada tahun 2013.

Hingga sekarang ini, Dirjen GTK Nunuk Suryani selalu konsisten memperjuangkan nasib guru honorer di seluruh Indonesia menjadi ASN PPPK guru. Ia tetaplah menjadi lautan tempat segala keluh kesah para guru berlabuh. Hingga sejauh ini, ia berhasil mengantarkan perjuangan guru dan honorer hingga ke dermaga. ***